Internet Sehat Basi, Pornografi Pasti

25 Oct 2010

bicara soal internet sehat = membosankan… itu kalau buat saya pribadi,, saya juga nulis artikel ini gara2 liat lg ada lomba karya tulis blog yg di adain blogdetik dan telkom speedy.. kalau ga mah ngapain saya nulis topik yang jelas-jelas membosankan buat saya… untungnya saya suka tantangan + sekalian nambah postingan di blog(hahaha)kenapa internet sehat membosankan buat saya..

1. karena sudah ada dari lama, berapa tahun yg lalu lah di kampanyekan

2. (ini dia) topik bahasannya gitu-gitu aja.. barusan buka google dengan keyword “internet sehat”, yang keluar yah bisa ditebak di luar kepala lah.. kalau ga soal pornography, cyberstalker,(trus apalagi yah, kalau cyber crime termasuk internet sehat apa ga ya?).Dan isi atau cara penulisannya lebih cocok di baca buat orang tua yang mau berinternet sehat.
oke lah 2 dulu alasan saya kenapa internet sehat (menjadi) membosankan dan kita tau semakin dikampanyekan Internet Sehat maka semakin banyak juga Internet Sakit, ga ada abis2nya kan kita liat sendiri berita dimedia, mungkin Internet Sakit ini sebuah epidemi(maklum baru baca Tipping Point)

Buat saya ga perlulah ada kampanye Internet Sehat(buat panitia jangan sensitif dulu, baca tulisan saya sampai selesai). Ga perlu, karena selain ga penting malah berbahaya.. bahayanya Internet Sehat malah menanamkan kesan internet itu sakit sehingga harus di sehatkan. Manusia punya kecenderungan penasaran, makin dilarang makin dicoba…

Internet dan Pornografi
ini nih yang seru(loh?), iyalah karena jadi topik sebagian besar pembahasan soal Internet Sehat. Dan negara kita termasuk urutan 10 besar(ato bahkan ke-5 besar, cek google sendiri ajalah) negara pengakses konten pornografi(yang mau tepuk tangan atas prestasi bangsa yang satu ini silahkan). terbukti “ngaruhhhhh” banget si Internet Sehat ini. Sayangnya data tersebut tidak spesifik pengguna internet Indonesia umur berapa, pendidikan, status sosial bahkan jenis kelaminnya :D
siapa tau yang lebih butuh Internet Sehat itu orang tua ketimbang anak-anak. Selama ini kan internet dan pornografi selalu sasarannya adalah anak2. diliat dari software untuk block content pornografi tujuannya supaya anak tidak membuka konten syur. trus kalau tuh anak penasaran dan kewarnet? buang-buang space harddisk ama registry windows doank jadi install software blocking. Atau mungkin kalau saya jadi anak kecil tinggal pake proxy.
Internet hanya alat/jembatan/channel/cara
ini yang banyak dari kita lupa(atau saking terlalu ingat?), dengan internet tentunya membuka jauh lebih lebar jendala informasi dan sarana komunikasi, kalau iklan speedy kan membuka jendela informasi(*sok tau banget gw), dan para nara sumber di media berkata:”internet itu luas dan bebas seperti hutan belantara, maka diarahkan Internet Sehat supaya menggunakan internet lebih bermanfaat“, saya sendiri kalau orang udah bilang kurang lebih kata-kata tersebut cuman bilang:”ahh basi lo!” dan filter yang dimaksud si nara sumber adalah software atau mengawasi anak berinternet, buat saya selain basi juga perbuatan bodoh, dan sia-sia. filter terbaik yah tetep dari diri sendiri,khususnya diri si anak sendiri.
Filter Internet terbaik bernama MORAL
basi juga kalau saya bicara moral, tapi mau gak mau lah, karena baliknya yah kesini-sini juga. emang apa sih negatifnya pornografi(pertanyaan pengkonsumsi pornografi)? saya sendiri gak tau sih negatifnya apa. karena jujur saja saya berada di lingkungan rata-rata penikmat, penyimpan, pengakses, dan pengoleksi pornografi. dan fine-fine aja koq, dan mereka ga pria/wanita atau lebih muda/tua dari saya, semua cinta pornografi(*loh). tenang bagian tulisan ini bukan
tentang kenapa pornografi itu baik.

yang dimaksudkan saya fine-fine aja disini, saya punya teman 10 tahun lebih tua dari saya. Dia ahli IT di perusahaan multinasional, koleksi pornografinya banyak apalagi dikumpulkan dengan waktu dia masih kuliah, dan tetep aja perkerjaannya baik2 aja, kelewat bagus malah, dan teman saya ini sangat respect dengan wanita, saking kelewat respectnya saya kenal orang ini banyak teman wanitanya yang butuh bantuan apapun pasti keteman saya(tentunya konteks wanita baik, dan butuh bantuan yang baik pula, bukan butuh uang). Dan teman-teman saya yang lainnya ga jauhlah, ada juga wanita profesinya midle management salah satu bank asing ga sungkan kalau bicara ke saya soal content pornografi. alhamdulillah belum pernah saya kenal teman yang suka pornografi tiba-tiba dikeluarkan dari
pekerjaan, dijauhi masyarakat atau bahkan memperkosa(amit-amit deh jangan sampe.*sambil mengetukan dahi dan meja berulang-ulang biar kesannya dramatis).

pesan dari paragraf diatas adalah, balik lagi kan ke Moral masing-masing pribadi. trus kalau anak kecil gimana? kalau saya jadi orang tua, mau istri saya ngamuk dengan reaksi saya, bodo amat.anak saya SD/SMP atau kapan pun saya lihat dia mengakses atau memiliki konten pornografi, saya sebagai orang tua yang baik akan nimbrung, dan memberitahukan situs porno yang bagus dan gratis *ga lah, bagian ini bercanda*, yang pasti tidak akan saya marahi atau nasehati, atau malah saya yang mengajak anak saya membuka konten pornografi(dari pada yang ngajak duluan teman-temanya, nanti yang ada anak saya bilang:”ah papah nih basi”),trus saya bilang ke anak saya:”jawab jujur, kamu suka gak liat ini, kalau suka pun ga apa-apa wajar“, lalu saya tanya:”kira-kira kalau kamu akses situs ini apa yang kamu dapat?terutama buat jangka waktu kedepan“. Dengan hal tersebut saya yakin si anak akan tertanam di benaknya sendiri bahwa pornografi tidak banyak manfaatnya(bukan cuman ditanamkan paksa bahwa pornografi itu merusak). harapan saya saat anak saya diajak temannya atau tidak sengaja melihat temannya mengakses konten pornografi, anak saya akan bilang:”ngapain lah buka-buka kayak gitu ga banyak manfaatnya, gw aja yang di ijinin bapak gw liat begituan malah jadi ga tertarik“, dan tentunya reaksi temannya tidak akan menganggap anak saya sok bijak atau mengidap kelainan, karena anak saya sendiri yang memilih banyak hal jauh lebih penting dari hanya sekedar pornografi.
Beri Kail bukan ikan
hal ini berlaku luas, juga dalam berinternet. Saya sendiri kenal internet dari 12 tahun yang lalu, waktu saya masih kls 2 SMP(ketauan deh angkatannya). saya belajar banyak ilmu secara otodidak, dari mulai pemograman, buat website, database, jaringan, hacking, hypnosis, beladiri sampai merakit bom(untuk yang terakhir sih belum tertarik mempelajari:D ). Selain itu banyak sekali teman yang saya dapat dari internet, termasuk semua pacar saya juga dari internet(*lho malah curhat).

selama ini sih yang saya perhatikan(karena saya tiap sekolah ga pernah dapet pelajaran soal internet) yang diajarkan banyak lembaga, institusi bahkan perorangan kebanyakan cara menggunakan program yang ada di internet, dari mulai browser sampai blog. tapi tidak menekankan apa aja yang bisa kita dapat dari internet dan bagaimana mengembangkan apa yang kita minat.

Seperti orang di ajarin menggunakan blog, kalau orangnya ga minat nulis yah buang-buang waktu aja ngajarin cara ngeblog, yang harusnya di ajarin adalah menumbuhkan suka menulis.seperti ibu saya,berprofesi sebagai guru SMA yang dapat pelatihan nge-blog dari blogdetik, tetep aja akun blogdetiknya ga pernah di buka lagi, mungkin kalau ibu saya tau dengan nge-blog bisa bersilaturahmi dengan teman-temannya yang diluar negeri, ibu saya akan lebih tertarik ngeblog (mungkin itu jg).

selain itu pelatihan internet yang diberikan kebanyakan hanyabagaimana menggunakan” ketimbang “apa yang bisa didapat dari menggunakan, tentunya pertanyaan apa yang bisa didapat bukan hanya hanya dijawab:”banyak yang bisa didapat dari internet“, tapi sebuah jawaban spesifik yang tentunya sesuai kebutuhan si pengguna. buat yang suka musik, bisa dapat informasi lebih banyak mengenai aliran musik yang disuka. atau yang punya band, internet bisa jadi promosi yang efektif untuk mendapatkan pendengar dengan cara murah, kalau yang dagang semakin berkembang bisnisnya lewat internet, yah udah biasa itumah.

cara paling mudah untuk mendapatkan apa yang kita perlukan lewat internet yah dengan gugling, tapi terkadang gugling pun tidak selalu membuahkan hasil yang kita inginkan, contoh saya mau mencari komunitas musik dunia dimana para pakar musik mendengarkan musik kita… kalau kita gugling dgn keyword “music community” yah akan macem-macem keluarnya, dan yang saya butuhkan ternyata dapat dari myspace, karena link by link.
atau kita mau menggunakan internet untuk mencari pasangan, kita gugling dengan keyword “cari jodoh internet”, yang keluar saya yakin juga ga akan efektif, tapi justru side effect dari yang kita lakukan di internet. yang dimaksud side effect adalah misal kita blogger aktif, sering saling komentar, aktif komunitas,trus dapet jodoh sesama blogger (*tenang, kali ini bukan kisah pribadi saya,tapi kisah blogger lain hehe). mungkin kalau workshop blogging temanya “mencari jodoh lewat blog“, bukan hanya bakal banyak yang ikut workshop tapi juga banyak yang aktif ngeblog(buat yang berminat dengan workshop blog dengan tema tersebut, bisa panggil saya sebagai trainernya hahaha).

untuk yang berkenaan dengan pendidikan, mungkin juga ga banyak yang tau bahwa banyak sekali sharing ilmu pengetahuan lengkap dan gratis di internet. saya sangsi apakah guru-guru komputer di sekolah pernah mengajarkan bagaimana menimba ilmu di internet dengan cara mendownload file pdf atau bahkan download tutorial dari youtube.
jadi menurut saya dari pada ngajarin orang gimana cara menggunakan sebuah program atau layanan di internet mending di ajarin cara tehnik gugling yang efektif

kehidupan nyata = maya
balik mengenai Internet Sehat, banyak juga kan masalah soal privasi, sosialisasi dan lain-lain. pada bagian atas saya sudah menyampaikan bahwa internet itu hanya alat, kalau bahasa nara sumber media “internet itu seperti pisau”, ga usah di jelasin kan kenapa seperti pisau? kenapa saya bilang internet itu sama atau hampir sama dengan kehidupan nyata, jelas lah kalau kita hubungkan lagi dengan moral, kalau dasar sifat manusianya buruk atau cenderung, buruk mau di internet pun yah jadi buruk, sifat baik yah di internet tetep baik, memang sudah hukum alam. contoh kasus masalah privasi, ada artikel soal Internet Sehat mengenai pentingnya menjaga privasi di internet, buat saya sih ga penting di jaga. kalau orangnya suka show off atau kata lain suka di ketahui orang lain, yah di internet orang tersebut membuka privasinya ga ada yang aneh. karena saya perhatikan sendiri, banyak kok orang yang sangat membatasi memberikan informasi mengenai diri sendiri. apakah orang yang membatasi diri sendiri di internet karena kampanye Internet Sehat? kalau ada yang bilang iya, karena kampanye internet sehat saya mohon diberitahukan data statistik mengenai korelasinya.

terus mengenai kasus baru-baru ini dan sudah sering terjadi, dan saya juga baru tau istilahnya cyberstalking, yang menculik anak karena kenal di social networking, yang salah jelas lah bukan karena social networkingnya, dan internet sulit mencegah hal ini terjadi, usut punya usut si anak tidak terbuka kepada orang tuanya, berarti kalau ditarik deep down inside problem kenapa tidak terjalin keterbukaan antara anak dan orang tuanya?

kejahatan lainnya yang pernah saya baca mengenai penipuan dengan modus kenal di social networking, ngaku sebagai orang asing dan butuh bantuan dikirim uang, si perempuan mau aja ngasih, kenapa? balik lagi bukan masalah di internetnya atau cara menggunakan internet, yang salah pribadinya.

sama juga dengan membentuk reputasi di internet, bila orang dasarnya jujur di internet pun akan dipercaya sebagai orang jujur, yang tukang tipu yah mau nyata atau cyber tetep akan nipu.jadi ga adil lah buat saya kalau ada yang bilang:”ih internet banyak yang nipu“… lebih fair bilang dalam kehidupan ini banyak modus kejahatan…karena pada ujungnya kehidupan dunia maya pasti akan berhubungan dengan kehidupan nyata daan pada suatu saat nanti berlaku sebaliknya, dunia nyata terhubung dengan dunia maya.

jadi inti tulisan saya adalah ga ada intinya juga sih hehe ga penting lah itu Internet Sehat, lebih penting bagaimana sih membangun karakter, sifat bahkan moral orang melalui internet, saya rasa ini jauh lebih baik(iyalah saya yang nulis, tentunya pasti saya bilang baik). dan saat orang tahu kemudian terbiasa menggunakan internet untuk mengembangkan diri dan hobi maka tiap orang tersebut menggunakan internet secara sehat dengan sendirinya.

sekian dan terima jadi

Salam Internet :p


TAGS


-

Author

Follow Me