Hareee genee masih ada MLM? (MLM = Sebuah Lingkaran Setan)

2 Nov 2010

Hari selasa.. bingung jg mau nulis apa,klo nulis pornografi..sayang jg, save the best for the last..tadi lagi blogwalking ada blog yg dimiliki seorang member MLM, pas nengok di sebelah kanan meja ada stater pack MLM.. dalam hati saya:”halah apa ini?”waktu seminggu saya pindah ke Bandung, sepupu saya minta bantuan(advice) karena dia baru ngerintis usaha ama temen-temennya, baru saya usut 3 jam ternyata UUM(Ujung Ujungnya MLM) dengan produk website (*cape deh…)

owh yah buat yang merasa tersinggung baca judulnya.. sekali lagi.. seperti tulisan warning diatas… silahkan tinggalkan blog ini… karena saya juga tidak perduli bila ada yang benci dengan tulisan saya, jadi ngapain repot2 baca atau memberi komentar :))

saya pribadi bukan orang yang anti bahkan benci terhadap MLM, justru faktanya kebalikan… ketika orang MLM tau siapa saya.. jangankan niat prospek, ngeliat saya lagi aja udah males.. dan ini beneran terjadi+sering, gak asik juga saya ga perlu capek2 buat penolakan..lalu kenapa setiap orang MLM mau prospek saya udah males duluan? ya iyalah, karena saya sendiri punya banyak member MLM…(coba saya absen klo masih ingat) CNI, Sophie Martin, Tupperware, High Dessert, K-Link, DBS, Sitekno,Tiansi.. hmm apalagi yah? tambahin sendiri lah.. siapa tau saya inget pernah member jg…

ngapain punya banyak member MLM? saya juga ga tau, saya sendiri ga pernah merasa mengisi 1 pun formulir pendaftaran MLM.. lalu koq bisa? yah, karena ada saja teman saya yang meminta bantuan saya dalam hal persentasi untuk tingkat leader, jadi yah saya didaftarkan menjadi member secara gratis, dapet produk+stater pack… yang anehnya lagi dapet downline :))

jadi pernah kejadian waktu saya masih di Jakarta, ada surat kerumah saya ternyata isinya laporan bulanan dan jumlah bonus saya, tentu saja saya heran kalau ini surat salah alamat, tapi nama sama data diri bener semua, apa daya saya terima ajalah.

MLM dan brainwashing

Sering kali di MLM itu sampai dianggap brainwashing, alias otak membernnya di cuci sehingga yang ada di otaknya hanya vendor/perusahaan MLM yang diikutinya, seakan-akan produk lain itu jelek, seakan-akan orang yang bekerja 9 to 5 itu musuh karena tidak memiliki kebebasan waktu dan finansial(bila Anda yang sering di prospek MLM pasti hapal)

Vendor MLM membrainwash membernya dari mulai yel-yel, seragam, cara menyampaikan salam, sampai penyaranan agar mendengar kaset-kaset motivasi yang diproduksi oleh vendor MLM tersebut(bagi yang ga pernah ikut MLM jelas akan berasa konyol)

MLM dan lingkaran setan

Yang lucunya lagi dari dunia MLM adalah adanya lingkaran setan, terserah masing-masing pembaca mau diartikan apa lingkaran setan ini. Tapi yang saya artikan sebagai lingkaran setan adalah seseorang yang sudah masuk MLM sulit bertobat… bertobat tidak ikut MLM… ini berdasarkan pengalaman saya sendiri, dimana sering kali saya berbincang dengan member MLM, wah udah bosen saya denger:”Pak, saya dulu sebelum ikut ini member MLM itu, tapi yah begitulah saya kurang maju di MLM itu, klo di MLM ini lumayan lah saya sebulan udah dapet bonus 20rb“, reaksi saya langsung”&!@#@%$@^#$!#~!“, karena saya tau orang yang berbicara kepada saya tersebut sudah menjadi member selama 6 bulan.. dan sodara-sodara, setelah 3 bulan kemudian saya bertemu dengan orang tersebut malah ternyata udah pindah ke MLM lain lagi, dari pada saya mendengar cerita yang sama, lebih baik saya permisi.

Inilah yang saya maksud dengan lingkaran setan, dimana ternyata MLM sendiri mungkin sudah menjadi zona nyaman sang member, apalagi membernya sudah melepaskan pekerjaan hariannya, tentu akan ada rasa yang besar ingin sukses di MLM setelah mengorbankan sesuatu(pekerjaannya).

MLM dan menjual mimpi siang bolong

ini nih yang seru… mungkin diantara Anda pernah ada yang diprospek produk MLM atau malah pernah ikutan seminar prospeknya.. bila pernah, paling hebat apa sih yang ditawarkan oleh vendor MLM tersebut.. kalau saya sih rekor ga ada yang ngalahin yaitu Kapal Pesiar*wew, bayanginnya aja dah males apalagi ampe punya, mo taro mane? :D

Banyaklah cara pemberian insentif oleh vendor2 MLM, caranya beragam tentu untuk menarik member supaya termotivasi. Tapi yang fatal adalah para member tersebut berkhayal bukan berusaha. Ketika seseorang berimimpi di luar nalarnya atau bermimpi yang memang bukan sesuatu yang men-”drive” kehidupannya yah orang tersebut tidak akan pernah mencapainya. Saya sendiri pernah merumuskan soal insentif dan materi seminar dengan salah satu vendor MLM(saya gak mau nyebut merk), sehingga insentif tersebut efektif untuk men-drive para member yang sesuai dengan segmentasi produknya sendiri. Jadinya bukan mimpi siang bolong.

tambahan: yang kacaunya lagi, dengan impian yang ditunjukan si member bisa mendapatkan apa saja, terus di rumuskan dengan selembar kertas bergambar cabang-cabang membuat si member/calon ini seakan-akan mudah mendapatkan sampai puncak, padahal tidak dijelaskan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh keseluruhan(upline+downline+produk) untuk mendapat seseorang mencapai puncak

Pemikiran orang standar yang di prospek MLM adalah: “kalau lo beneran kaya kenapa lo ga lo aja yang bayarin biaya member gw?“.. saya juga awalnya berpikir seperti itu, herannya hidup saya ini selalu terbalik, jadi belum sempet saya bilang gitu ke yang prospek saya, member saya sudah dibuatkan, stater pack+produk suruh bawa pulang, kerennya lagi tiap pertemuan seminar saya selalu dapet transportasi+akomodasi, padahal member lainnya aja bayar.. saya bisa gitu karena leader di MLM tersebut minta bantuan kepada saya bagaimana menyusun materi seminar yang efektif.

MLM, antara keberuntungan atau kerja keras?

pernah liat orang di poto dengan mobil, rumah ato benda apapun trus dibawah tulisan nama ada pangkat suatu MLM? mungkin bagi Anda yang bukan orang MLM atau member awal pasti berfikir,”ah susah lah bisa kayak mereka” atau Anda ketemu langsung dengan yang ada di poto saat persentasi lalu Anda berkomentar:”itumah beruntung aja tuh orang, buktinya gw dua tahun ga dapet apa2, makan diwarteg aja masih ngutang“.

Komentar saya sendiri yang berada dilingkungan MLM, itu benar-benar nyata dimana ada orang dari tingkat member paling bawah akhirnya bisa membeli rumah mewah, bahkan lebih gilanya lagi membeli si perusahaan MLM tersebut, dan ini semua beneran terjadi lebih dari sekedar kisah yang dibawakan saat seminar prospek. Lalu dari mana saya tahu kisahnya asli? karena saya orangnya penasaran dan berada di lingkungan leader2 MLM, tidak sulit buat saya untuk melakukan cross check, kepada keluarga, orang terdekat, bahkan teman2 sewaktu leader MLM ini masih kuliah/sekolah.

Lalu kenapa mereka bisa di puncak sedangkan banyak yang gagal? jangankan jauh2 ke MLM, lihat aja seminar2 motivasi yang harganya 1 bulan gaji manager, lebih simple lagi deh ke buku2 motivasi.. berapa banyak sih orang yang baca lalu sukses? maka MLM, yah sama saja…

Luck factor tuh bullshit lah ga ada dalam bidang apapun. Kerja keras juga non-sense, ga ada korelasi antar makin kita keras bekerja maka hasilnya makin besar.. yang ada kerja cerdas, jadi selalu mengerjakan sesuatu yang baru dan makin efektif.. karena saya ada di lingkungan leader2 MLM yang saya heran adalah setiap saya dari awal berkenalan dengan mereka, sampai hari ini meskipun saya sudah tau profesi mereka apa, ga pernah tuh mereka prospek saya, apalagi nyebutin produk.. thats why they become a leader, coz they doing big different with lower level member

Jadi, mau MLM, kerja kantoran bahkan bisnis sekali pun kalau memang dasarnya ga cerdas yah tidak akan pernah sukses… seperti saya meskipun nganggur tetap aja cerdas*sombong mmode is on*.. notes: cerdas sama pintar itu beda jauh lho.. dan tidak saling berhubungan…

MLM dan Robert Kiyosaki

nah ini yang banyak jadi pegangan para member MLM untuk memprospek calon member.. buku Business School dari Robert Kiyosaki yang mengungkapkan bahwa MLM itu sangatlah baik dalam menghasilkan keuangan. Tapi ternyata, yah namanya juga buku terjemahan beda ama source aslinya, beda 1-2 kata aja bisa jadi melenceng jauh. Setelah saya perhatikan mengapa Robert T. Kiyosaki mengatakan MLM itu baik sebagai sumber keuangan pasif, ternyata alasannya memang sangat kuat dan sumber uang pasif yang utama nyatanya bukan dari MLM itu sendiri.

Trus ngapain si Robert(*sok akrab banget gw) dibukunya nyaranin orang untuk ikut MLM, jelaslah karena MLM mudah dan murah, dibanding buka bisnis atau melamar kerjaan yang butuh pendidikan minimal. Robert Kiyosaki menjelaskan karena di MLM itu banyak pelajaran yang mahal sehingga dia menyarankan orang mengikuti MLM, MLM yang baik pula tentunya bukan money games. Saya sendiri meskipun tidak pernah merasa sebagai member MLM mana pun, tetapi sering kali diundang dalam seminar MLM, dari yang di ruko(ruangan kecil) sampai seminar utama yang dihadiri oleh member 1 Indonesia.. dan diseminar tersebut saya cuman ngincer makan(jujur banget..), yah saya memperhatikan materi2 yang dibawakan, ternyata exactly semuanya memang materi2 mahal, dari mulai materinya Anthonny Robbins, Robbert Kiyosaki, Joey Girrard, Jay Abraham, Napoleon Hill, and many more.. cuman si penyampai materi ga pernah bilang ini materi siapa-siapa…

Saya sendiri berapa kali pernah diminta jadi tim perumus untuk materi2 seminar di MLM, dan yah saya oke2 aja.. tentu saya masukin semua yang pernah saya pelajari. Dan tentunya saat materi yang saya rumuskan tersebut dibawakan untuk MLM maka ada modifikasi, seperti yel-yel, menyebutkan nama vendor dan berbagai macam atribut lainnya. Buat pembaca blog ini yang sering ikut seminar Tung Desem Waringin, James Gwee, etc.. tentu akan ingat bagaimana suasana saat mengikuti seminar mereka, sama aja di MLM juga acara teriak-teriak lompat2.. bedanya kalau seminar umum life goal kita set sendiri… kalau seminar MLM life goal-nya sama semua.. sama2 kapal pesiar :P *no offense

saya sendiri akhirnya menilai bila seminar MLM bayarnya Rp. 500.000 maka setara dengan materi seminar Rp. 5.000.000 , yah 1 banding 10 lah kompresinya..jadi klo seminar MLM harganya Rp 2.000.000, yah materi seminarnya seharga Rp. 20.000.000 untuk umum…

dah ah cape saya nulis… gantian sekali2 yang baca yang nulis.. jd saya baca tulisan kalian :D

so, interested in MLM?

trus, saya sendiri kenapa gak di MLM? - males ah MLM terlalu mudah ga ada tantangannya :P


TAGS


-

Author

Follow Me