Get Your Life Back!!!

19 Nov 2010

Senin lagi, kalau kemaren 12 jam yang lalu saya bercerita tentang 1 minggu yang sangat tidak produktif, sekarang saya menulis bagaimana mengembalikan atau meningkatkan produktifitas hidup. Untuk saya sendiri kemaren setelah posting tulisan sebelumnya tiba-tiba saya kembali berkomunikasi dengan teman saya yang sekarang melanjutkan studi di Belanda. Saya pikir wah kebetulan saya lagi bimbang mau lanjutin kemana, keinginannya hanya Negara Eropa, tapi negara mana, kota apa, kampus apa dan jurusan apa masih mengawang-mengawang.
Saya sendiri kenal dengan teman saya ini dari SMA atau bahkan dari SMP, saya ga ingat. Yang pasti saya ingat saat tahun baru, disaat orang lain merayakan, dia malah minta di therapist di Starbucks Kemang. Ini teman saya secara pemikiran dan pribadi unik, dan dia sulit beradaptasi dengan lingkungan, tapi menurut saya lingkungannya yang tidak bisa beradaptasi dengan dia. Saya ga sebut nama kok, karena orangnya baca tulisan saya juga hehe
Balik ke judul, terkadang kita secara sadar maupun tidak, sering kali bahkan masih sedang berlangsung, hidup kita tidak sepenuhnya dimiliki oleh kita sendiri.

Most of peoples spent rest of times to climb ladder, and when they on top of ladder they realize the ladder was on the wrong wall Stepehen Covey (First Thing First)

Fakta yang sangat menyengangkan ketika saya pertama kali belajar mengenai time management dan membaca buku First Thing First-Stephen Covey. Dalam Bab awal buku tersebut menjelaskan mengenai jam pasir lawan kompas(saya akan membuat tulisan khusus mengenai manajemen waktu) dan juga mengenai banyaknya orang yang berusaha menaiki sebuah tangga, dan saat telah mencapai ujung tangga baru tersadar bahwa tangga yang telah didaki bersandar pada tempat yang salah.
Tempat yang salah tersebut banyak. Mungkin pengertian sandaran tangga yang salah bisa berbeda antara saya, Stephen Covey maupun Anda. Untuk saya sandaran tangga merupakan suatu hal yang utama yang kita pertahankan dengan nyawa kita sekalipun. Bisa berupa orang, barang atau sebuah kepercayaan. Kita perkecil lagi kepada hal yang berupa barang atau orang, karena hal ini yang ssering kali memperngaruhi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semangat kita bisa up and down cuman gara-gara orang atau barang.
Akan menjadi parah bila ternyata setelah bertahun-tahun kita mempertahankan sesuatu yang sebenernya nothing kalau dipikir lebih mendalam lagi dan sama segala tidak ada hubungan atau membantu kita mencapai tujuan hidup kita yang paling hakiki. Bisa kita selama ini mempertahankan pekerjaan kita, prinsip atau pertahankan orang.
Buat yang sudah sadar yah syukur, buat yang belum sadar yah semoga cepat sadar, dan buat yang ga tahu apakah yang selama ini dijalankan atau dipertahankan memang akan membantu kita dalam mencapai tujuan hidup, coba saja lakukan evaluasi atau tulis ulang apa tujuan hidup kita yang sebenarnya(tapi kalau mau tau cara bagaimana membuat tujuan hidup, saya harus buat tulisan terpisah). Untuk saya sendiri pada saat saya umur 17 tahun, saya sudah mendesign hidup saya 20 tahun kedepan. Jadi saya sudah memiliki life planning sampai umur 37 tahun kedepan saya akan menjadi apa, berteman dengan siapa, dimana, orang mengetahui saya sebagai apa, saya tulis berserta segala planning yang bisa mendukung pencapaian hidup saya sampai 20 tahun kedepan. Dan untuk tahun-tahun sekarang saya memang planning melanjutkan study master saya, target sih sebelum umur 30 tahun udah Ph.D hehe
Karena itu ketika saya berbincang dengan teman saya yang di Belanda lalu saya baru teringat mengenai life blue print saya, dan entuisme saya kembali+sadar juga 1-2 tahun yang lalu saya bener-bener cuman wasting time, gpp lah anggep aja waktu buat main-main :)
Apakah yang sedang Anda pertahankan bisa untuk mencapai tujuan hidup Anda?
If the answer is NOT, So, Just GET YOUR LIFE BACK
*tulisan ini harusnya saya posting hari senin (15/11), tapi ternyata Senin pagi fisik saya drop selama 60 jam cuman bisa berbaring di sofa, gpp lah badan saya lagi minta istirahat :)


TAGS


-

Author

Follow Me