Kenapa Gedung MK dan KPK ga ada pagarnya?

19 Nov 2010

<!– @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Saat ini kasus yang sedang hot selain soal wig-nya Gayus adalah kasus yang mendera institusi pengadilan tertinggi di Indonesia yaitu Mahkamah Konstitusi. Kasus berawal dari tulisan salah satu staf ahli MK yang menulis di media cetak mengenai pengalaman penulis, Boy Refli yang melihat langsung uang untuk diberikan kepada hakim MK. Oh, iya. Untuk beberapa orang yang bertanya kenapa MK menjadi lembaga pengadilan tertinggi karena MK mempunyai wewenang untuk membatalkan sebuah undang-undang. Jadi contoh kasus, saya maling sandal jepit butut di mesjid trus cuman sebelah, kemudian saya diproses hukum sampai ke pengadilan negeri(kabupaten/kota) saya di putus bersalah dan dihukum penjara sekian tahun, kemudian saya mengajukan banding ke pengadilan tinggi(provinsi) sampai mahkamah agung tetap saya di putus salah. Lalu saya mengajukan uji materil di MK dengan alasan undang-undang/pasal untuk hukuman saya tidak sesuai dengan rasa keadilan,UUD45 dan Pancasila. Kemudian MK menilai pasal yang menjerat saya ternyata harus dihapus, maka otomatis saya bebas dan hukuman saya pun gugur, ditambah orang-orang yang sama-sama dihukum karena maling sandal otomatis bebas semua. Selain mempunyai wewenang menilai sebuah undang-undang, MK juga satu-satunya lembaga yang bisa menyidangkan seorang Presiden bila melanggar hukum.

Saking besarnya wewenang MK maka lembaga ini bukan hanya pertama kali didera isu negative. Seperti pohon yang semakin tumbuh besar maka akan mendapatkan angin yang semakin kencang. Sama seperti KPK, MK merupakan salah satu lembaga yang sangat diharapkan dalam memperbaiki sistem hukum di Indonesia. Secara pribadi awalnya saya sangsi ketika Pak Mahfud MD menjadi Ketua MK menggantikan Pak Jimly Assidiqe. Karena saya tahu proses Pak Mahfud menjadi Ketua MK dari anggota DPR Fraksi PKB terus jadi Ketua MK. Saya pikir mau jadi apa lembaga pengadilan tertinggi negara di pimpin orang partai, tapi Pak Mahfud dalam waktu kurang dari 3 bulan mematahkan anggapan saya tersebut. Segala kasus yang masuk ke MK hasilnya semua sesuai seperti yang saya perkirakan(perkirakan dengan akal sehat dan hati nurani tentunya, karena yang dilakukan pemimpin negara sampai jajaran kebawahnya sesuai perkiraan saya juga, tapi perkiraan dengan segala akal saya yang paling tidak sehat). Saya suka membaca hasil putusan MK yang terpampang pada 1 lembar penuh halaman koran nasional, sehingga saya bisa mengetahui sampai detail proses pengambilan keputusan MK, sampai ditulis mengenai pendapat masing-masing 9 hakim MK. Dulu saya sampai mikir ini lembaga rajin banget buang-buang duit untuk blocking 1 lembar koran buat hasil keputusan MK, soalnya yang dimuat betul-betul salinan putusan bukan tulisan dari jurnalistik.

Belum lagi saat kasus Anggodo, Pak Mahfud justru memutuskan supaya rekaman yang dimiliki KPK supaya diperdengarkan oleh masyarakat luas, hasilnya semua rakyat Indonesia mengetahui seberapa bobroknya sistem hukum di Indonesia. Ditambah lagi setiap dia diliput media cetak khususnya, saat difoto saya lebih sering melihat dia menggunakan sarung kemeja dan peci ketimbang menggunakan jas. Padahal Pak Mahfud ini seorang pemimpin pengadilan tinggi negara, tapi dia sangat sederhana dan humoris, cerdas dan juga bijak. Yang saya suka dari Pak Mahfud adalah selalu berbicara apa adanya, tanpa beban, tanpa harus takut dengan hal-hal duniawi. Malah bagi saya Pak Mahfud cenderung bicara ngasal dan tidak mencerminkan Ketua MK, tapi ini yang justru saya makin nge-fans, dia bisa memisahkan statement dia pribadi atau sebagai ketua MK.


Pada hari senin(8/11) pukul 19.00 di MetroTV saya melihat Pak Mahfud berbincang mengenai isu yang sedang didera MK. Kurang lebih seingat saya berikut yang ia katakan:

Saya mengetahui Refli itu anak yang hebat, dia mengerti betul tentang tata negara, karena itu dia menjadi staf ahli MK. Buat saya Refli itu pahlawan, karena dia yang mengajukan ke MK supaya untuk ikut pemilu cukup dengan menggunakan KTP. Dan pada saat dia menulis tidak mungkin dia tidak memiliki bukti, karena itu saya tunjuk dia langsung untuk menjadi ketua tim investivigasi MK, dan saya sepenuhnya menyerahkan kepada dia siapa anggota di dalam tim. Mau dari polisi, jaksa, lsm, sampai malaikat dan setan kalau bisa dimasukan yah dimasukan dalam tim. Kalau saya buat tim investivigasi internal nanti orang-orang pada protes. Dan saya mau menjadi orang yang pertama kali diperiksa, semua hakim MK pun siap diperiksa. Kalau saya terbukti kasus suap di MK jangankan siap mundur, digantung pun saya siap. Tapi kalau tidak terbukti yah Rafli harus siap mempertanggungjawabkan fakta yang pernah dia ungkap. Tapi sampai saat ini saya katakan MK bersih dan saya kenal secara personal karakter-karakter 8 hakim lainnya. Kalau ada kasus suap di antara pengacara atau lingkungan MK selain hakim, yah mungkin saja terjadi.

Dengar apa yang di ucapkan Pak Mahfud saat di studio MetroTV, saya makin jatuh cinta lagi ma sosok Pak Mahfud. This is the REAL leader. Menghadapi masalah santai saja tapi dengan cara yang sangat tepat. Saya biasa paling mudah cari kesalahan orang, tapi kali ini saya bingung, bener-bener perfect. Kurang perfect bagaimana? Saat ada orang yang menuduh lembaga yang dipimpinnya, bukannya menuntut balik dengan laporan pencemaran nama baik justru mengangkat orang tersebut menjadi ketua tim investivigasi dan bebas memilih siapa anggotanya. Kalau lembaga lain mah dah dituntut balik, udah taulah kita apa aja lembaga tersebut malah ada yang perorangan(siapa tuh?si Mr. Curhat :P ). Yang lebih keren lagi Pak Mahfud ini sama sekali tidak merendahkan Pak Refli justru buat saya tercengang malah dibilang pahlawan. Bagi banyak orang mana ada udah dituduh dan memang kita tau kita tidak salah mau memuji orang yang menuduh, kalau saya pribadi sih paling minimal orang yang nuduh saya harus di rontgen :D

Saya rindu orang-orang hebat saat ini seperti Pak Mahfud, Antasari, Bibit, Chandra, M. Jasin juga hakim-hakim tipikor karena kesederhanaan mereka. Saya kaget juga melihat rumah Pak Bibit, padahal dia seorang jenderal polisi bintang dua. Rumah didaerah pinggiran Jakarta, cuman memiliki 2 mobil itu pun mobil tua, yang paling khas lagi jas biru muda yang selalu dia gunakan, ternyata memang 1-1nya jas yang dia punya. Pak Bibit itu padahal mantan kapolda didaerah yang sangat rawan pembalakan hutan. Yang lebih buat saya tercengang lagi adalah salah satu hakim tipikor dimana ternyata pas di ikuti wartawan kesehariannya sangat amat sederhana,(maaf) rumahnya dibandingkan rumah driver saya di Jakarta lebih bagus rumah driver saya. Hakim tersebut rumahnya di Bogor dan tiap hari ke pengadilan tipikor yang berada di samping gedung KPK menggunakan kereta api ekonomi lalu ikut berjibaku dengan berbagai macam orang di bus umum. Tapi dari semua orang diatas yang saya sebut punya kesamaan dalam ucapan: Saya cuman takut sama Tuhan!. Wah hebat yah masih ada orang dengan jabatan tertinggi negara takut Tuhan, setau saya takutnya ama hasil survei doank hahahaha btw, apa kabar pengadilan Tipikor? Dimana setiap sidang ga pernah ada yang diputus bebas 1 pun malah putusan lebih tinggi dari jaksa penuntut KPK. Payah nih ayahnya nobita yang katanya mau memerangi korupsi tapi pengadilan tipikor kepresnya tidak dijadikan undang-undang setelah desember 2009.


Berhubung 12 tahun lebih saya tinggal di Jakarta tentunya jalan kuningan dan harmoni tidak asing bagi saya, lucunya setiap ada demo di gedung KPK dan MK tidak pernah terjadi kemacetan parah apalagi sampai bentrok, baik saya saat saya melintas menggunakan mobil pribadi, motor, sepeda, busway sampai jalan kaki, yah santai-santai aja kayak liat orang lagi ngumpul-ngumpul, polisi pun lebih banyak yang duduk saat ada demo di kedua gedung tersebut dan saat saya melintas siang hari maupun tengah malam saya kok tidak pernah melihat pagar halaman gedung seperti gedung-gedung pemerintahan yang lain yah? Liatlah gedung DPR apalagi istana presiden.

Saya jadi bahan pertanyaan: karena yakin tidak akan didemo anarki sehingga tidak menggunakan pagar atau tidak menggunakan pagar supaya demo tidak anarki? Atau malah ada sebuah filosofi tersendiri di 2 gedung tersebut sekalian menghemat budget negara juga :)

Jadi ingat, apa kabar yah teman-teman saya yang dulu menyumbang tenaga meruntuhkan pagar DPR? Saya waktu itu tidak ikut meruntuhkan pagar DPR karena lagi ada ujian hehe Ayo MK dan KPK jangan buat saya sia-sia pernah ikut turun kejalan untuk mendukung kalian. 2 lembaga hukum yang sangat saya harapkan untuk merubah negara konyol ini menjadi lebih serius.

Untuk pertanyaan soal pagar di gedung MK dan KPK, Anda sendiri yang jawab, masa saya mulu yang jawab pertanyaan saya.


TAGS


Comment
  • SLT-A77 5 years ago

    Artikel ini memberikan cahaya di mana kita dapat mengamati kenyataan.

  • abenk 6 years ago

    mantap postingannya gan…….
    KUNJUNGI JUGA INI YA
    BLOG SAYA

-

Author

Follow Me