Orang yang sama sekali tidak meliki masalah justru itulah masalah terbesar. Saya!

8 Dec 2010

Udah lama ga ngepost, tulisan sih sebenernya ada banyak cuman ga di post aja. Kalau waktu itu sempat seminggu menjadi hari-hari yang kacau, sekarang 2 minggu kemaren menjadi hari-hari teraneh. 2 minggu dimana rekor saya ga keluar rumah sama sekali, keluar pun paling beli makanan dimana jaraknya tidak lebih dari 20 meter. Dan udah banyak yang nanya juga kapan saya posting tulisan baru, baru di blog saya yang ini doank, yang komentar jarang malah hamper ga ada, tapi komennya langsung ke saya hehe
Setiap orang hidup pasti memiliki masalah dan masalah yang dimiliki akan makin sulit, karena masalah merupakan ujian untuk mengangkat manusia ke tingkat yang lebih tinggi nah barusan kata orang lain nah kalau seperti saya ga pernah punya masalah?
Mana ada orang ga pernah punya masalah? Yah ada, itulah saya. Terakhir kali saya punya masalah adalah waktu saya kelas 2 SMA, dimana uang SPP saya ternyata terpakai, terpakai pun bukan untuk hal yang aneh-aneh, tapi terpakai untuk beli buku. Mana orang tua saya di Bandung, yah ujung2nya saya minta mamah saya menutupi uang SPP yang terpakai untuk biaya buku. Saya ingat betul kenapa itu menjadi masalah saya terakhir dalam hidup, karena saya sudah ditagih terus oleh sekolah(mana SPP saya lebih tinggi dari standar, karena ortu sok baik ikutan subsidi silang) dan saya waktu itu bener2 ga pegang uang. Dan saya berjanji itu merupakan masalah terakhir saya, dan benar itu menjadi masalah terakhir saya. Tidak lama setelah kejadian tersebut saya mulai membaca buku Stephen Covey dan Andrew Matthews, dan mulai banyak belajar mengena human mind and performance. Yang intinya its all about perception we give to what happens to us. Jadi semenjak saya belajar human performance segala sesuatu yang tadinya masalah saya anggap menjadi challenge.
Cetek banget yah masalah saya, sebenernya masih banyak kejadian lebih besar dari mulai saya harus bertanggung jawab sewaktu menjadi manajer autocare gara-gara karyawan yang salah prosedur menggunakan mesin poles bukan mengkilap malah membuat baret-baret pada 1 mobil alphard dan 1 mobil S-class, sampai pernah diculik+dikeroyok 20 orang lebih yang badannya lebih besar dari saya karena tidak suka isi tulisan yang saya publish, dan tentunya masih banyak sekali yang mewarnai hidup saya, dan saya sama sekali tidak menganggap itu masalah.
Sampai kemaren (07/12) saya konsul ke Pak Prasetya M. Brata author 2 buku bestseller Provokatif dan Mantra(gpp lah bantu promosi haha) intinya dia bilang di status FB-nya Biar jamu itu pahit, kalau lidah kita ‘error’, masihkan pahit ? … Biar kata-kata orang dimaksudkan menghina, meremehkan, atau menyakiti kita, tapi pikiran kita dibuat ’syntax error’ terhadap input itu, masihkah menghasilkan perasaan pahit dan pedih ? akhirnya saya cerita ke Pak Pras kalau diri saya syntaxnya selalu error jadi mau jamu itu manis atau pahit tidak akan bedanya buat saya, di tambah saya mengingat seringkali orang yang dekat dengan saya bertanya pernah jatuh cinta ga? heh, aneh kan pertanyaannya, dan itu bukan pertanyaan casual, pertanyaan tersebut diajukan setelah tau betapa dingin dan kerasnya hati saya. Jadi bila orang melihat saya ketika punya pasangan dan berkomentar saya merupakan best couple, maka sebenernya perasaan saya biasa aja. Dan bila orang lain melihat saya terkena musibah, orang-orang terdekat saya heran bukan karena melihat saya kuat, tapi heran saya sama sekali tidak merespon apa yang terjadi alias flat. Saya selalu bilang: tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menjatuhkan saya dan tidak ada yang dapat mengangkat saya kecuali diri saya sendiri.
Karena saya jenis manusia yang sangat kuat internal nya, yah jadi begini, mau ga mau orang yang di sekitar lingkungan saya harus mengikuti aturan saya, bahkan saya merasa bangga ketika orang menyebut saya sombong, arogan, atau keras kepala, karena buat saya itu pujian dan memang saya ingin orang menggagap saya seperti itu dan so far saya tidak mendapat musuh karena saya arogan, sombong dan keras kepala, ujung2nya orang yang mau mengerti sifat dan sikap saya. Ketika orang lain menganggap saya gila karena malah seneng dianggap arogan, sombong dan keras kepala, biasa saya malah bertanya balik kenapa harus berikap nice?,kenapa harus rendah hati?, kenapa harus lunak? kalau semua jawaban tersebut, kita harus nice, rendah hati, dan penurut supaya hidup dihargai, disukai dan memiliki banyak teman. In fact justru I get respect, appreciate, compliment and pride which not most people get justru dari sikap saya yang sombong, arogan dan keras kepala. So why do I need to changes my character?
Kalau orang mengganggap hidup saya enak, ga kerja, bisa tidur kapan aja, pergi kemana aja kali ini mereka benar. Ga ada 1 pun yang bisa mengikat saya(but im still hoping theres someone out there who can make me bound with commitment) dan karena saya orang yang belajar banyak saya mengetahui dan merasa tidak butuh uang, kasur empuk, peralatan canggih, kendaraan mahal, status atau jabatan untuk membuat bahagia. Coz happiness is not destination, its way. Saya merasa bahagia ketika saya bernafas, bayangkan berapa banyak kebahagian yang saya dapat dalam satu hari.. balik lagi semuanya pilihan, ada orang yang memerintahkan dirinya sulit bahagia dan ada org yang seperti saya begitu mudahnya untuk bahagia.

Terus mengapa judul tulisan saya mengenai bila orang tidak punya masalah maka itulah masalah terbesar saya karena saya konsultan/advisor kalau orang tidak punya masalah orang ga butuh jasa saya donk hahahaha bukan itu juga intinya. Saya kemaren tersadar, bila ternyata saat orang tidak pernah mempunyai masalah ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama orang tersebut tidak mau peduli terhadap lingkungan dan dirinya sendiri, jadi sangat berorientasi internal, tapi sebenernya cepat atau lambat keadaan akan melibas hidupnya sendiri. Kemungkinan selanjutnya adalah orang yang punya big clear vision about life and set lot of targets in their own life, and their life run faster than others/condition than s/he not have time for problems, just focus on target and clear all challenges.
Sempet mikirwah jangan2 masalah gw sebenernya banyak, tp ga sadar.. pas saya merenung sebentar ahh biarin lah toh gw yakin dream gw jauh lebih besar dari masalah gw..
So whats your big problems/challenges you have for now? Or you dont have any problem at all? :)


TAGS


Comment
  • heartless 6 years ago

    such a nice script.
    i agreed with u
    problem is only bout mind, it`s only perception what we think bout something.
    as beings who think we should be able to sync them

-

Author

Follow Me