When we shift our believe and need from God to Google

30 Dec 2010

Tadinya mau buat judul: when theres a place without no sign board, ternyata pas selesai nonton Google Deep Impact, seperti apa yang saya pikirkan sekitar 3 tahun yang lalu dimana perusahaan mesin pencari Google akan terus berkembang dan akan merajai dunia dalam segala bidang dan untuk segala Maha yang hanya untuk tuhan. Rada ekstrim juga saya buat judul tapi kenyataannya memang begitu adanya.

Banyak yang bisa dibahas dari case Google. Saya ingat sekitar tahun 2004 dimana saya pertama kali membaca buku Anthony Robbins Unlimited Power, dalam bab paling awal diceritakan bagaimana dunia ini selalu berubah akan apa yang dihargai alias punya nilai ekonomi yang tinggi. Pada jaman awal peradaban manusia bercocok tanam untuk bertahan hidup, maka tanah menjadi hal yang berarti sehingga kalau ada penjajahan yah karena ingin memperluas tanah kekuasaan. Lalu dunia bergeser dari tanah ke logam yaitu emas, dimana setelah ditemukan teknologi pertambangan dan mengetahui manfaat batuan mineral maka kekayaan diukur dari banyaknya yang memiliki emas. Ditemukan lagi teknologi penambangan untuk mineral cair maka minyak bumi(emas hitam) menjadi patokan kekayaan. Teknologi pun merubah dunia dengan awal hadirnya media TV/Radio , maka Anthony Robbins mengatakan bahwa masa depan orang yang paling kaya adalah orang yang punya banyak informasi. Karena buku tersebut dibuat tahun 90an maka orang yang kaya yang memiliki banyak informasi dicontohkan mereka para pemilik-pemilik media(elektronik dan cetak).

Saya mengenal internet pertama kali tahun 1998 dan web yang saya buka kalau tidak yahoo.com yah boleh.com dan pas saya lihat google berawal tahun 2000 dalam waktu kurang 5 tahun jauh mengungguli Yahoo, saya langsung bilang: wah ini perusahaan bakal nyaingi tuhan. Ternyata pas lihat Google Deep Impact ternyata benar, saat ini saja sudah ada orang yang hidup ketergantungan dengan google, bisa kaya mendadak lewat google ada yang perusahaannya bankrut dan harus memecat seluruh karyawan hanya karena web perusahaan tersebut dihapus dalam daftar pencarian di google. Dan Google terus berkembang dengan berbagai cara untuk mendapatkan jauh lebih banyak lagi informasi. Kita lihat ada google maps dan google earth. Spakah banyak yang tahu ternyata google earth bukan hanya dapat menampilkan keadaan permukan bumi sampai 6 meter d atas tanah tetepai juga dapat membawa kita masuk kedalam lautan bahkan menjelajah angkasa dan semua itu real alias bukan ciptaan. Mereka mengumpulkan data selain dari satelit juga langsung ke jalan untuk memotret supaya lebih real, ga kebayang kan bagaimana cara google merekam informasi apa yang ada dalam lautan.

Dan Google pun selain terus berusaha mengumpulkan segala macam informasi apapun bentuknya(sampai buku-buku di perpustakaan besar didunia di scan juga oleh Google) perusahaan tersebut juga mengembangkan sistem dimana manusia bisa mendapatkan apa yang mereka cari lebih mudah, cepat, sesuai, efektif dan efisien. Di San Fransisco, Google membangun ribuan tower untuk menyediakan internet wireless gratis kepada warga San Fransisco. Tujuannya apa? Supaya Google tau lebih dalam mengenai informasi pengguna internet, apalagi yang menggunakan layanan internet gratis lewat Google, tentunya semua data pengguna internet di San Fransisco direkam oleh Google, jadi saat orang mencari restaurant lewat Google maka Google akan menampilkan hasil pencarian tempat makan yang paling dekat dengan si netter ini, karena Google bisa mengetahui dengan detail dimana netter tersebut berada.

Kenapa saya sadingkan Google dengan tuhan? Saya tanya balik Anda: apakah pernah selama ini Anda mengeluarkan seperak uang Anda untuk fasilitas Google yang Anda gunakan? Jawabanya yah GRATIS sama ama oksigen yang kita hirup juga gratis, tubuh yang kita gunakan juga diberikan tuhan gratis. Search engine, email, maps, youtube, blogspot, Android, Chrome semuanya gratis, malah kita bisa dapet uang dari Google Adsense atau SEO(Search Engine Optimizer). Jadi hebat mana Google atau god?*pertanyaan paling provokatif hahahahahaha

Coba bayangkan lagi jauhhhhhhh kedepan dimana segala sesuatu yang kita butuhkan dapat di cari di ineternet, lewat Google tentunya. Jangankan cuman nyari handphone, TV, laptop, mobil, rumah, restoran atau bahkan obat. Tapi kita di masa depan kalau mau cari jodoh tinggal masukin keyword yang super duper detail, seperti cari calon istri putih rambut lurus panjang tinggi minimal 160cm rajin ibadah S2 rumah pondok indah anak tunggal suka dengan co pendek item dekil muka ala kadar pengangguran jarang mandi tinggal klik search langsung bisa muncul listnya siapa aja. Bedanya mungkin masa depan kalau selama ini di bawah box keyword ada link bertuliskan Im feeling lucky nah masa depan kalau udah di search,contoh keyword di atas ternyata tidak ada wanita dengan kriteria tersebut mau dengan pria yang ala kadar maka hasil pencarian bukan Sorry, no result found. Please decrease your keyword menjadi Sorry, theres no luck for you. Please upgrade your life first.

Maka banyangkan saudara-saudara, bayangkan!*berasa lagi ngasih khotbah -_-* Saat ini iklan merupakan bentuk pemasaran paling tidak efektif, dan public relation pun terkadang gagal bila terpaan arus informasi sudah terlalu luas. Berapa banyak dari kita yang mengganti channel TV/Radio saat iklan?Berapa banyak dari kita yang melewati bagian halaman iklan di koran/majalah?Apakah kita melihat billboard pada saat macet atau malah mainin HP? Yang lebih ekstrim lagi berapa banyak dari netter yang menggunakan software untuk menghapus iklan? Dan faktanya setiap apa yang kita butuhkan, kita search di Google dan walaupun kita sudah tau produk apa yang ingin kita konsumsi atau beli kita tetep saja searching dulu di Google mengenai bagaimana pendapat orang lain terhadap produk yang ingin kita beli. Saat ini banyak dari kita yang membeli barang secara online, tapi dimasa depan kita bekerja bahkan berkonsultasi dengan dokter cukup di depan komputer dan ini semua bukan hayalan karena dibelahan bumi lain semua ini sudah terjadi.

Saking luasnya informasi yang bisa kita dapat dampaknya terhadap ekonomi adalah dimana iklan akhirnya mati total. Dimana jalan raya hanya ada pohon tanpa ada satu pun billboard bahkan pamflet badut sulap dan sedot WC pun lenyap karena semua sudah in internet. Tidak ada lagi iklan di radio bahkan di TV. Dan tentunya seperti teori evolusi yaitu hanya orang yang dapat beradaptasi yang akan terus bisa hidup maka matinya iklan bukan berarti mematikan orang yang menggantukan hidup di iklan tapi mau ga mau harus pindah kedalam industri internet marketing. Berapa banyak dari kita yang tahu bahwa ada orang(dan orang Indonesia juga banyak) hidup dari uang hasil buat artikel di blog, mengklik link, buat komentar-komentar, mengunjungi web, mengisi survey dan semua yang dilakukan tersebut nyata menghasilkan uang, tentunya kedepan lebih banyak lagi dibutuhkan orang-orang di industri internet marketing. Dari segi produsen juga sangat menguntungkan karena lenyapnya biaya iklan dan apakah Anda tahu mengapa produk branded dari mulai minuman hingga kendaraan menjual barangnya dengan harga 2x lipat dari biaya total produksi? Karena dari harga total dihabiskan untuk biaya iklan. Sekarang banyak sekali produk-produk gratis dan perusahaannya tetap nomor 1 dari mulai perusahaan internet,kaos sampai maskapai penerbangan. Buat yang penasaran kenapa bisa produk di jual gratis tapi keuntungan perusahaan justru paling besar bisa baca bukunya Chris Anderson - Free: The Future of a Radical Price (saya juga belum baca huhu ada yang dermawan mau memberi saya buku tersebut?)

Pada sisi lain dimasa depan yang sebentar lagi datang, pemerintah pun tidak perlu lagi mendata ummatnya(maksud saya warganya) apalagi membuang uang untuk menurunkan tim Badan Pusat Statistik untuk mengetahui mengenai demografi masyarakat. Kebayang ga, mungkin Google lebih tau data masyarakat Indonesia ketimbang BPS? Dan hal ini mungkin saja karena coba Anda bayangkan lebih banyak mana data yang Anda berikan untuk membuat KTP atau membuat email? Saya yakin malah terkadang kita jauh lebih rinci dan jujur mengisi biodata kita di Facebook atau media social lainnya ketimbang mengisi formulir biodata NPWP. Perang saat ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat tapi pihak mana yang paling banyak mengetahui data/informasi pihak lawan.

Bila kita mau membuka mata, tentunya pergeseran cepat alias revolusi hidup oleh internet akan membuka banyak sekali peluang-peluang baru setiap harinya dan membuat persaingan semakin ketat namun mudah. Dimana setiap perusahaan besar maupun kecil mendapat kesempatan promosi yang sama dan akhirnya penilaian terhadap suatu produk menjadi lebih jujur karena ditentukan langsung oleh konsumen. Dan setiap individu pun mendapat kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan dengan kualitas baik dan gratis, pekerjaan, bahkan jodoh. Karena internet itu sistemnya peer to peer alias datar maka tadinya segala sesuatu bersifat vertikal, entah itu organisasi, birokrasi, strata sosial,dll menjadi flat atau horizontal di internet(siapa pun bisa terhubung). Dan 2 paragraf terakhir tulisan saya ini dibuat dengan setengah sadar karena ngantuk(ga penting!)

So, are you ready to convert your believe from God to Google?

No matter how strong people are at the end only most adaptive people will win competition Achmad Iman Firmansyah


TAGS


Comment
  • yoszuaccalytt 6 years ago

    Analisis yang bagus,tajam,namun agak sedikit kontroversial dengan analogi kata’Tuhan’.
    Saya setuju dengan pandangan Google berpengaruh di peradaban masa kini,namun kurang setuju bila dibandingkan dengan Tuhan..toh Tuhan maha pengampun bagi umatnya yg berdosa,sedang Google??(coba lihat reaksi mereka terhadap wikileaks,dll yg notabene”berdosa”
    Salam kenal..

    sengaja bro analoginya… lihat dimasa depan bisa aja bukan wikileaks yg ilang tapi juga kitab suci dan sejarah.. saking adi dayanya google dalam bidang informasi… thx for comment bro :)

-

Author

Follow Me