Dont life with the past, coz its new year

5 Jan 2011

Hola, pa kabar bapak2-ibu2? Hows your new years? Yah terlepas ada yang tahun baru buka kamar, keluar negeri, luar kota, atau hanya di rumah bahkan ketiduran gara-gara kebanyakan tugas seperti teman saya yang calon dokter haha. New year saya? It was going great.. at all :) apakah Anda sudah buat target 1 tahun, planning atau melakukan evluasi akhir tahun? Bila belum, ga apa-apa lah. Toh hidup Anda sendiri :P

Awal pagi tahun baru saya di mulai dengan: Session Theraphy. Jadi inget sekitar 5 tahun yang lalu saat saya masih di Jakarta, tahun baru saya pas countdown malah session theraphy NLP juga. Kalau kemaren pas pagi setelah new year eve, so mendingan kali yah. Session pertama merubah state(condition) dari ga suka sayur dalam 5 menit suka sayur. Dan session kedua sangat standar wanita minta di terapi, yaitu melupakan seorang pria. Detailnya masalahnya saya ga cerita disini, intinya 15 menit NLP, dari 5 menit awal responnya nangis sampe 10 menit lebih malah senang dan pas di tes liat poto pria tersebut malah ketawa-ketawa dan bingung ini poto gw ma siapa yah? -___-

Di tahun yang baru banyak harapan baru, target baru, semangat baru, bagi beberapa orang punya penampilan baru. Tapi dari semua yang baru-baru tersebut bagaimana kita masih berkompromi dengan hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu? Sebuah quote menyatakan: Hidup itu seperti membawa mobil jangan terlalu sering lihat spion malah nanti nabrak. Analogi spion ini bisa di artikan sebagai masa lalu, tentah itu emosi terpendam, sebuah trauma atau apapun yang menghambat kita untuk melankah dengan leluasa dan mantap ke depan, secara sadar maupun tidak.

Mungkin trauma yang terpendam selama puluhan tahun, bisa hubungannya dengan hubungan pribadi maupun hubungan dengan keluarga. Saya jadi ingat mentor saya di bidang mind technic pernah mengatakan 99% emosi itu disebabkan hubungan kita dengan manusia yang lain, kenyataannya memang seperti itu. Kalau saya berhubung manusia aneh liat batu sampai kucing aja bisa buat saya emosi tapi kalau berhubungan dengan orang lain saya malah cenderung flat. Kenapa tadi saya bilang secara sadar maupun tidak, karena kita tahu bahwa 98% hidup kita justru di atur oleh pikiran bawah sadar yang dimana kerjanya di luar kendali sadar kita. Bisa jadi kita secara lisan sudah memaafkan seseorang tapi bawah sadar kita meninggalkan rasa benci dan dendam mendalam, dan pada saat memori dengan orang tersebut di akses maka state(kondisi) kita akan langsung sangat down.

Trauma bukan hanya disebabkan emosi negatif kenangan kita terhadap orang lain bisa juga karena kegagalan-kegagalan di masa lalu, mulai dari gagal nikah, gagal tes cpns, sampai dengan (paling ironis) gagal punya pacar :D atau mungkin gagal bisnis. Untuk gagal-gagal tersebut yah tinggal belajar bagaimana merubah mindset terhadap sebuah kegagalan, bahwa kegagalan adalah jalan yng harus dilalui untuk menuju sukses. Tapi untuk yang sudah masuk kedalam trauma hingga akhirnya jangankan mencoba bangkit, memulai lagi tapi memikirkan untuk coba lagi saja sudah enggan, dan mungkin Anda butuh terapist.

Bahayanya bila hidup Anda masih hidup dalam masa lalu dengan beban trauma adalah kemana pun Anda melangkah sebenarnya Anda membawa beban yang hanya akan menghambat hidup Anda. Bayangkan ketika Anda pergi ke kantor di dalam backpack Anda ada batu, kayu, paku yang jelas tidak ada fungsinya dan Anda pun tahu tidak ada gunanya membawa benda-benda tersebut tapi kenyataannya memang Anda bawa terus dan enggan membuangnya. Saya sendiri sering menangani case dimana yang justru parah sudah berkeluarga bahkan sudah punya anak yang umurnya sepantaran dengan saya ternyata rumah tangganya sama sekali tidak harmonis hanya karena masing-masing dari pasangan punya trauma masa lalu yang terus saja disimpan, untungnya cepat terselamatkan dan tidak sampai cerai.

Akhir kata bila coba Anda renungkan lagi apakah Anda masih memiliki trauma, beban maupun emosi negatif yang masih saja menempel di pikiran dan perasaan Anda hingga saat ini walaupun sudah berganti tahun, penampilan bahkan ganti pasangan tapi masih saja ada. Solusinya tergantung Anda sendiri mau menggunakan cara apa, kalau mau pendekatan agama yah minta saran ke pendeta atau ustadz Anda, kalau mau pendekatan mind technic yah coba hubungi terapis hypnosis atau NLP.

Semoga di tahun baru ini bukan hanya ada harapan baru, semangat baru dan tujuan baru. Tapi juga segala emosi kita baru dan kembali kedalam zero state condition sehingga energi kita tidak terbuang untuk hal-hal yang tidak penting justru malah bisa lebih fokus lagi kedalam pencapaian impian dan tujuan hidup.

Tinggalkan masa lalau negatif Anda dan mari kita rayakan tahun baru setiap hari.

Clock are always running, no matter we look into future or past. So, why we dont just focus to our dream ahead because actually our life time is lesser each second Achmad Iman Firmansyah


TAGS


-

Author

Follow Me