Sudahkah Anda nge-twit hari ini? (Twitter yang Membuat Blogger Semakin Malas)

6 Jan 2011

Tahun 2011 mungkin dunia persilatan internet khususnya di bidang social networking akan mengalami pergesaran. Bagi netter angkatan jadul seperti saya pasti mengenal awal social networking adalah Internet Relay Chat, yaitu sebuah protokol di internet mengunakan port 6667 atau 7001 biasanya (kalau tidak salah dan tidak penting juga sebenarnya) yang memungkinkan kita bisa chat dengan pengguna internet lain. Lalu kemudian lahirlah Yahoo Messenger dengan port 5001 atau 5500(tadi bilang ga penting tapi malah di tulis lagi), memungkinkan chat dengan sesama pengguna email Yahoo, lalu ada juga MSN yang kurang lebih sama.

Lalu bergeser lagi ke web yang paling awal itu Friendster, lalu bermunculan lagi seperti Hi5, Myspace dan web-web Indonesia nampaknya tidak mau kalah membuat web social network seperti Fupei, Temanster dan kawan-kawannya. Muncul lagi Facebook yang perkembangannya jauh lebih pesat dan menjadi web social network no. 1 didunia(kalau yang diakherat saya belum dapat datanya) walau Facebook bukanlah web social network pertama. Disusul juga gebrakan blogging oleh blogger.com/blogspot muncul juga wordpress sebagai situs penyedia server untuk blog. Lalu muncul lagi situs micro blogging seperti Plurk, cuman tidak terlalu hype. Saat kasus video amatir(saya sih ngarepnya kenapa ga di buat professional) Ariel Peterpan seakan-akan situs micro blogging Twitter menjadi naik daun, karena ARIEL PETERPORN menjadi trending topic di dunia paling lama yaitu 2 hari 2 malam.

Saat itu sepertinya semua netter di Indonesia punya account twitter walaupun tidak tahu cara menggunakannya, karena saking simplenya mungkin jadi bingung fungsinya apa. Seperti saya, punya account Twitter dari Agustus 2009 namun baru aktif nge-twit beberapa bulan yang lalu. Saya perhatikan lagi beberapa bulan yang lalu sepertinya banyak sekali orang Indonesia yang menggunakan Twitter dari mulai saat kasus Anggodo sampai piala AFF, trending topic dari Indonesia selalu ada hampir setiap hari.

Apa sih serunya nge-twit?

Kalau untuk saya sendiri serunya nge-twit saya lebih bisa berekspresi dari pada buat status di Facebook. Bebas karena kalau di Facebook banyak rekan saya dari sekolah, kampus, dosen, keluarga dan orang-orang real+serius lainnya. Sedangkan di Twitter saya cenderung lebih banyak terhubung dengan sahabat-sahabat yang sangat dekat dengan saya atau siapa pun itu yang pasti 1 kesamaan, 1 kegemaran dan mungkin 1 pemikiran juga dengan saya.

Walaupun twitter hanya dapat menampung 140 karakter dalam 1 kali twit, justru di situ lah serunya karena seperti menggunakan SMS di hape aja, kita harus berfikir bagaimana caranya apa yang ingin kita utarakan kurang dari 140 karakter, bisa dengan menggunakan bermacam-macam singkatan, bisa juga dengan hanya menggunakan kalimat langsung pada inti. Namun memang bila tidak cukup 140 karakter kita bisa menggunakan fasilitas dari www.twitlonger.com atau www.tmi.me, 2 situs ini memungkinkan kita menulis lebih dari 140 karakter sekali twit dengan cara sebelum 140 karakter, di berikan shortlink untuk membuka kalimat secara keselurahan lewat sebuah halaman web. Untuk pengguna blackberry ada fasilitas tersebut dalam aplikasi Uber Twitter.

Lalu apa yang membuat blogger males nge-blog?

Jelas males, untuk ngeblog kita harus masuk ke halaman admin, klik new post, belum lagi ngedit-ngedit, atur layout. Dan ngeblog rasanya janggal bila isinya hanya 1 kalimat. Sedangkan Twitter semudah ber-sms aja, 1 klik langsung publish. Saya sebagai penulis blog(yah dimana lagi yang mau majang tulisan saya?) tentunya tahu, sebelum kita membuat sebuah posting blog kita butuh namanya ide. Ide bisa didapat dari kejadian sehari-hari yang kita alami, berita yang kita dengar, bahkan perasaan yang sedang kita jalani. Tapi dengan Twitter apapun yang kita alami dan rasakan bisa langsung kita ungkapan tanpa harus pikir panjang, tanpa repot dan ribet. Bahkan saat nge-Twit kita ga perlu repot-repot mengenai cara pengembangan ide. Whatever You Wanna Say Just Twit It

Apakah Twitter bisa menggantikan blog?

(meminjam trademark Sule): Ohtidawisa jelas memang Twitter tidak bisa menggantikan blog, secara jumlah karakter aja jelas, sampai saat ini saya tidak tahu berapa batas maksimal karakter dalam 1 kali blog. Saya sempat berfikir lama juga, apa perbedaan paling mendasar antara microblogging dan blogging itu sendiri. Sampai saya baca artikel di blog www.pandji.com, di situ dia mengatakan bahwa Blogging adalah tempat dimana menumpahkan suatu ide sedangkan Twitter merupakan ungkapan emosi. Saya berfikir lagi ternyata benar juga bila Twitter itu lebih kepada emosi atau perasaan, karena bagaimana kita menuangkan ide dalam 140 karakter rasanya tidak mungkin.

Sedangkan emosi atau perasaan sangat mudah untuk dituangkan kurang dari 140 karakter, seperti rasa bahagia, kesel, macet, hujan, jatuh cinta, suka, dsb. Blogging sendiri lebih kepada pemikiran atau ide-ide kita dimana lebih unik dan spesifik. Tidak seperti Twitter saat membicarakan Nurdin Turun maka tanpa alasan yang jelas pun banyak twit mengenai Nurdin Turun, walau substansinya juga tidak mengerti kenapa Nurdin Khalid(yang notabene ayahnya kawan saya) harus mundur dari PSSI. Walaupun ada yang memberikan argumen itu pun common(umum) argumen. Sedangkan dalam blog kita bisa menuliskan argumen dan fakta mengenai apa yang membuat Ketua PSSI tersebut seharusnya mundur.

Twitter itu simple dan mendekatkan

Simple karena Twitter hanya tempat untuk mengungkapkan sesuatu. Tidak ada album foto, bahkan untuk profil pun kita hanya diperbolehkan mengisi kurang dari 160 karakter. Paling fasilitas lain selain nge-twit itu sendiri adalah direct message(DM) tidak jauh beda seperti message lainnya yang hanya bisa dibaca oleh kita sendiri, uniknya lagi maksimal kita menulis DM tetap 140 karakter. Jadi biasa kalau saya sendiri justru yang di DM isinya data-data penting seperti nomor telepon, password/user teman, no. rekening, sampai nomor kamar hotel *loh*.

Dekat karena Twitter tidak seperti email atau facebook dimana kita harus menunggu approval atau tau alamat email. Di Twitter kita cukup tau user seseorang yang which is pendek-pendek ID nya lalu kita follow(tanpa follow pun bisa), lalu kita akan mendapat update/info mengenai apa yang di-twit oleh pemilik account. Bisa dari mulai teman, gebetan, pejabat, politisi sampai artis porno favorit kita(kita?penulisnya doank kaleee). Dan senang tentunya bila kita bisa berkomunikasi(twit kita dibalas) oleh para idola atau publik figur seperti Dede Yusuf, Chandra Hamzah, Teten Masduki, Fadjroel Rahman, Sandiaga Uno, Bong Chandra, Vicky Vette, Kayden Kross, Stoya, April ONeil, Aletta Ocean(loh 5 nama terakhir itu siapa yah?). Dan masih banyak lagi public figur dari mulai tingkat kelurahan sampai internasional seperti Barrack Obama. Dan twitter itu selama ini sih yang saya lihat sangat personal artinya di twit langsung dari pemilik account bukan dari sekretaris atau staff pemilik account tersebut.

Twitter itu sampah

Seperti nama blog saya yang sampah juga, buat saya pada awalnya dan akhirnya saya tetap berfikir adalah sampah. Karena orang lebih banyak nge-twit mengenai hal yang sedang terjadi dan tentunya cenderung(tidak semua) lebih ungkapan respon emosi dari suatu kejadian dari mulai potongan rambut ga beres atau sedang lupa akan sesuatu.

Tapi dari begitu banyak sampah twit justru buat saya menjadi penting karena saya bisa mengerti pola emosi seseorang dari twitternya. Dan juga tau informasi paling kini yang terjadi di sekitar kita, dari mulai handphone ilang, pencurian mobil sampai kecelakaan karena Twitter begitu cepat update. Dan kembali kefilosofi sampah adalah suatu hal yang sisa dan dianggap tidak berguna tapi bila kita bisa mengolahnya justru malah menjadi emas(pinjam kata-kata Ir. Ciputra)

Twitter just for fun

Pernah teman saya bertanya: Lo ngapain sih nge-twit tentang politik?Ga cukup apa di blog. Jangan serius-serius amat lah di Twitter. Waktu itu saya cuman jawab pertanyaan teman saya tersebut: Yah lo ga tau aja politik itu justru lebih lucu dari hal-hal yang justru malah kita anggap tidak penting. Teman saya tersebut nampaknya langsung menyesali komentar mengenai saya nge-twit tentang politik.

Twitter mau digunakan sebagai sesuatu untuk nyampah atau untuk ide yang sangat penting yah ujung-ujungnya kepada Anda sendiri sebagai user. Toh tidak pernah ada ketentuan apa yang seharusnya kita twit. Bahkan ada beberapa account Twitter yang bohong-bohongan yaitu semacam account Twitter tandingan jadi isinya pun amat sangat tidak valid dan kebanyakan ID Twitternya di akhiri kata yeah, seperti SBYYeah, DadaRosadaYeaahh, FPIYeah dan masih banyak lagi. Jadi mereka nge-twit seakan-akan orang tersebut tapi yah jelas itu hanya tujuan lelucon.

Twitter untuk saya sendiri

Untuk saya sendiri menyenangkannya menggunakan Twitter selain bisa bicara seasal mungkin adalah sebagai bahan untuk mengembangkan ide-ide saya bahkan Twitter menjadi sumber ide untuk tulisan blog saya. Jadi saya sih tidak menjadi malas ngeblog ketika ber-Twitter, justru makin banyak lagi ide maupun kejadian yang menarik untuk saya buat tulisan.

Menurut saya sendiri Twitter akan menjadi sangat in dalam artian lebih banyak lagi penggunanya. Beberapa hari ini ketika saya bertemu orang-orang baru entah itu komunitas, bisnis atau hanya pertemanan casual di dunia nyata, dan ada yang menanyakan no handphone, saya menyarankan untuk memfollow Twitter saya agar memudahkan komunikasi. Bukan karena alasan saya nomor handphone itu privacy tapi pertama saya tidak ingat berapa nomor saya, karena saya sering gunta-ganti nomor, kalaupun saya hafal nomor saya, HP saya sering saya silent(bukan vibrate) dan jarang saya bawa keluar kemana-mana. Sedangkan saya lebih sering membawa laptop dan tentunya saya lebih sering mencek Twitter ketimbang handphone. Kalau dulu kan nanya orang alamat Facebook, sekarang tanya Twitter dulu kalau menarik baru
tanya alamat Facebook.

Kalau banyak dapat teman baru di Twitter yah jelas lah, secara Twitter itu hanya mengenal following dan follower. Untuk twit yang tidak di set privacy tinggal kita klik follow maka tiap orang yang kita follow nge-twit maka akan muncul di timeline kita. Tentunya lebih seru bila kita mengenal orang dari apa yang dia ungkapkan(komunikasi) ketimbang cuman lihat siapa teman-temannya atau foto-fotonya seperti di Facebook.

Dan enaknya lagi saat kita mengungkapkan sesuatu di Twitter walaupun hanya 1 kata tentang emosi, perasaan atau apapun itu tanpa diduga ada aja orang yang membalas(itu juga kalau followernya banyak).

Jadi, sudahkah Anda nge-twit hari ini?

Teringat waktu saya main ke detik.com Mas Win(Fanabis) bilang ke saya:

Lucu yah, kalau dulu orang ngomong ketembok pasti diketawain, dengan teknologi kita ngomong ke tembok bentuknya HP malah bisa jadi menyenangkan, disautin bahkan terkenal.


TAGS


Comment
  • yosz 6 years ago

    Buat saya Twitter itu hanya tempat pelampiasan Copy Paste…di Twitter kan bisa cuma RT..Retweet=Copy Paste :lol: , kalau di blog mana bisa begitu….

  • sari 6 years ago

    nice post
    please visit this
    repository hukum unand
    thanks….

  • VINA 6 years ago

    like this kak!
    tapi di twitter kan kita gak bisa desain2 kayak di blog. enakan blog aaaah bisa ngomong panjang hehehe

-

Author

Follow Me