Akademi Berbagi Bandung bersama Aidil Akbar(Financial Planner)

11 Jan 2011

Semalam(10/1) saya pertama kali menghadiri event blogger di Bandung. Biasalah dapet info dari blogdetik trus daftar di twitter @akademiberbagi, sempat nyasar-nyasar juga nyari Telkom Lembong, saya kira dekat Hotel Preanger, ternyata Panghegar(pantes ga ketemu-ketemu tempatnya). Sampai Telkom ternyata ada mas @fanabis yang terakhir saya ketemu di waktu ke acara Marketeer New Wave Party di Jakarta, bersama Pak Eri dari Telkom dan beberapa orang lainnya. Lalu maksuklah kami kedalam ruang seminar dan ternyata sudah banyak orang di dalam, 30 orang lebih ada mungkin.

Sebelum seminar di jelaskan oleh Ibu @pasarsapi (maaf saya lupa namanya) sebagai salah satu pencetus Akademi Berbagi. Standar lah dijelaskan mengenai sejarah dan tujuan Akademi Berbagi. Yang saya paling tertarik adalah mengenai konsep dan tujuan Akademi Berbagi. Di Akademi Berbagi tujuan utamanya adalah berbagi bukan menggurui jadi siapa saja dapat ikut menjadi peserta dan juga pengejar(lebih ke mentor mungkin) dan dalam pergerakan awal Akademi Berbagi di isi oleh pengajar dari praktisi di industri periklanan, digital social media, photografi dan financial planner(bisa di lihat di http://akademiberbagi.blogdetik.com). Meskipun saya tidak begitu mengenal seluruh pengajar Akademi Berbagi, namun saya sedikit banyak tau bahwa mereka orang-orang ahli dan sangat senior di bidangnya masing-masing. Satu lagi yang tidak kalah mulianya tujuan dari Akademi Berbagi adalah seluruh kegiatannya for free alias tidak dipungut biaya. Selanjutnya Pak Eri sebagai tuan rumah memberikan kata sambutan, memberikan penjelasan mengenai kegiatan Blogvaganza(blogger Bandung) dan komitmennya dalam mengapresiasi dan mengakomodasi para netizen yang terus berkembang khususnya di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Sekitar pukul 19.00 dimulailah seminar mengenai financial planner oleh Aidil Akbar. Saya sendiri tau Aidil Akbar waktu saya masih di Jakarta lewat O Channel. Financial planner di Indonesia(soalnya yang diluar negeri saya ga tau juga) yang saya tau hanya Safir Senduk dan Aidil Akbar, sama satu lagi paling yang perempuan pake kerudung(saya lupa juga namanya). Sebenarnya salah satu ilmu yang saya tidak tertarik adalah keuangan apalagi financial planner. Cuman saya pikir lagi mau tidak mau yah wajib tau juga karena hidup mau tidak mau juga selalu akan berhubungan dengan keuangan. Dan yang buat saya rada tertarik walau tidak minat dengan financial planner adalah pemikiran dan cara kerja mereka dalam mengelola keuangan yang tadinya seadanya menjadi terus berkembang. Saya tertarik segala sesuatu hal yang berkaitan tentang magic, magic artian saya adalah sesuatu yang tidak masuk akal bisa dilakukan, dan bisa dilakukan karena adanya ilmu yang tidak banyak orang lain ketahui. Seperti saya menguasai NLP,Hypnosis dan EFT yang bisa buat orang merasa aneh karena dalam hitungan menit bisa menghilangkan/mengurangi sakit fisik sampai mental(trauma) yang selama bertahun-tahun berlangsung. Begitu juga dengan financial planner dimana bisa mengubah orang yang miskin dan dipenuhi hutang selama bertahun-tahun bisa menjadi wealthy secara keuangan dalam 1-2 tahun.

Beda sekali saya lihat Aidil Akbar di TV dengan depan mata kecuali mukanya. Maksud saya beda secara dia berbicara dan body languagenya, mungkin klo di O Channel saya lihat Pak Aidil duduk. Bicaranya apa adanya dan sama sekali tidak menjelimet(yah tidak menjelimet bagi orang-orang ekonomi seperti saya). Soalnya rata-rata orang keuangan itu berbicara sangat technical mungkin biar disangka pintar saat membuat orang lain makin ga ngerti. Penjelasan dan analogi yang diberikan Pak Aidil sangat simple dari jenis taksi sampai jenis shampoo kaitannya dengan produk investasi keuangan. Awal materi Pak Aidil menjelaskan mengenai apa yang di maksud investasi, intinya investasi itu seperti berpergian dan selalu ada 4 kemungkinan(tetap,bertambah,berkurang atau hilang). Perbedaan investasi dengan tabungan. Dan menjelaskan investasi dari segi waktu(pendek: <1tahun,sedang:1-5tahun,panjang:>5tahun).

Baru kali ini juga saya seminar ga bawa notes atau laptop jadi ngandelin brain recording aja, awal niat dateng juga cuman biar ada kerjaan aja(*kan saya jobless mania) alias lebih mengenal komunitas blog di Bandung, ternyata yang dibahas menarik juga. Sebenarnya saya banyak pertanyaan yang melintas di pikiran saya mengenai investasi, cuman kalau saya nanya malah jadi out of topic. Saya sendiri senang mengikuti dan menganalisa tentang ekonomi makro dan ekonomi mikro khususnya Indonesia, jadi untuk data statistik dan inflasi rada-rada fasih lah. Pak Aidil sendiri menerangkan dan menggunakan tools kalkulator investasi untuk menghitung apakah investasi kita bisa melebihi inflasi. Dan yang menarik lagi adalah bahwa investasi(khususnya keuangan) ternyata sepenuhnya di sesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan masing-masing pribadi, jadi intinya tidak ada yang seragam. Kalau saya sering berbicara mengenai kebahagian hidup tidak ditentukan dengan uang namun saat saya sendiri hidup dengan orang lain, entah nanti punya anak-istri belum tentu definisi dan syarat bahagia anak-istri saya sama seperti saya yang cuman butuh bisa bernafas, badan sehat dan makan 1x sehari sudah bisa membuat saya bahagia.

Apakah Anda membutuhkan financial planner?

Kalau yang jawab saya(yang notabene bukan orang keuangan) maka jawabannya semua orang butuh. Kadang bagi orang skeptis(lagi-lagi seperti saya) buat apalah kebutuhan duniawi(harta) pake financial planner segala, tapi kalau dipikir lebih dalam kenapa tidak? Bisa aja kan orang-orang seperti saya yang lebih prefer punya uang untuk buka bisnis karena tujuan agar orang-orang bisa memiliki perkerjaan tapi ternyata ada post uang lebih di investasikan dengan bantuan financial planner dan hasilnya untuk disumbangkan atau bahkan untuk pengembangan bisnis itu sendiri.

Balik lagi lah ke masing-masing pribadi punya kebutuhan tersendiri untuk memecahkan masalahnya kalau masalah spiritual yah ke ahli agama, masalah kendaraan yah ke montir, kesehatan ke dokter, trauma ke ahli emotional, dan keuangan yah financial planner. Sebelum tahu kita butuh apa intinya kita harus tahu apa tujuan hidup kita sendiri agar kita tahu kearah mana kita melangkah dan menggunakan cara apa yang paling efektif.

Cant wait lah untuk kelas Akademi Berbagi Bandung selanjutnya dan buat semalem sangat seru dengan penjelasan dan analogi yang diberikan Pak Aidil Akbar.

Uang memang bukan segalanya, tapi dengan uang kita bisa punya lebih banyak pilihan Tung desem Waringan

Who doesnt think money cant buy happiness, they just dont know where to shop Unknown


TAGS


-

Author

Follow Me