Pentingkah sebuah konten blog?(antara kejujuran dan kualitas)

13 Apr 2011

Akhir-akhir ini saya melakukan roadshow bersama Blogvaganza seminar dan pelatihan blog. Lalu saya teringat blog-blog saya dulu yang pernah berjaya hingga ada yang akhirnya saya tutup dan salah satu yang bertahan yah blog ini sama http://achmadimanfirmansyah.blogdetik.com/ (karena sisanya memang saya lupa dimana aja). Pas saya cek jumlah komen di blog ini ada 82. Lumayan lah dari 30 posting dan 5 bln ngeblog(walau masih jauh dibanding blog pertama saya diblogdetik dalam 3 bulan, 100posting lebih, komennya sampe males ngitung).

Ternyata pas blog ini saya tinggal dari Januari ada beberapa komentar di posting yang isinya mengenai hal khusus yang tentunya orang-orang tertentu yang bisa menikmati. Pertanyaan yang timbul adalah dari mana visitor tersebut datang. Apakah dari google? Entahlah, mungkin hanya tuhan dan supir bajaj yang tau.

Kalau dari google, lalu apakah karena isi tulisan saya sehingga visitor terdampar di blog ini dan mau ga mau membaca dan akhirnya: eh, pas juga isinya dengan yang gw cari *GR dikit gpp kan*

Kalau dalam properti ada istilah yang penting itu 1. Lokasi, 2. Lokasi, 3.Lokasi. Lalu Raditya Dika pun dalam setiap seminar sering berbicara mengenai blog yang penting itu konten, konten, dan konten. Bener juga sih dipikir-pikir, ngeblog ada apalagi selain konten? Pertanyaan berikutnya kan konten yang bagaimana?

Lupakan kualitas, jujurlah dalam posting ga tau lah ini kalimat siapa, yang pasti bukan dari saya karena saya juga bukan blogger pro, siapa pun yang mengakui kalimat ini yah saya mah percaya-percaya aja.

Kalau jujur dalam artian blogger tersebut posting sesuai dirinya sendiri, tapi ternyata kualitasnya rendah. Lalu ampe kapan pun tidak akan mendapat tanggapan yang berarti dari kalangan onliner #tsaahhbahasanya. Balik lagi kalau kontennya bagus+unik tapi sebenarnya itu bukanlah ekspresi dirinya sendiri kan jadi ga jujur, tapi mendapat tanggapan dari banyak orang. Kan blunder jadinya antara si konten yang bagus dengan kejujuran(be your self), seperti pertanyaan duluan mana ayam sama telor. Walau pada akhirnya jawabannya adalah ayam, karena jelas telor diam ditempat dan ayam bisa jalan.

Antara konten dan kejujuran mungkin tidak akan ribet bagi orang-orang multiple personality kayak saya(asal jangan multiple gender kayak Icha alias Rahmat). Tapi bagi banyak blogger lainnya? Coba Anda bayangkan sodara-sodara, bayangkan? #halah Bagaimana akhirnya bila konten yang berkulitas tadi ternyata tidak menghasilkan kepuasan bagi sipenulisnya.

Kalo blogger yang lain mending nuis jujur apa kualitas?


TAGS


Comment
  • erryandriyati 6 years ago

    ehm…
    gue mah jujur yang berkualitas deh kayaknya…hihihi…

    Kadang gue mikir sendiri…
    bahwa semua tema postingan dalam blog gue termasuk dalam kategori cemen yang sangat tidak penting sama sekali…bahkan cenderung mengugkap aib…hihihi…

    tentang males nyetrika lah, kecanduan drama korea lah, permusuhan abadi gue sama ikan lah, kekonyolan anak anak gue lah…asli gak penting banget deh…

    Tapi…gue selalu jujur dalam bertutur…and always put my heart in it…*tapi tetep aja banyak orang khilaf yang akhirnya terperdaya untuk selalu datang dan komen di blog aneh gue ituh…hihihi…*

    Dan gue hanya bisa berharap bahwa bahwa semoga saja teman teman yang ngebaca tulisan gue ituh dapat merasakan ketulusan gue dalam menulis :)

-

Author

Follow Me