“No String Attached” film anti-komitmen dan cinta berawal dari sex(friend)

20 Apr 2011

no-strings-attached-1

Seperti yang gw janjikan di twitter bahwa hari ini abis gw nonton “No String Attached” gw bakalan buat review. Awal tertarik nonton gara-gara liat yang main Aston Kutcher sama Natalie Portman, pas baca sinopsis di 21cineplex, wah oke nih film.

Quote awal difilm ini adalah:

Jalani hidup ini dengan 2 pilihan,

1. Hiduplah seakan-akan keajaiban tidak pernah terjadi.

2. Jalani hidup seakan-akan kehidupan ini pernuh dengan keajaiban.

-Albert Einstein

Ini film kedua mengenai anti komitmen yang paling mengena pas gw nonton, yang pertama “Up In The Air”(George Clooney). Kenapa gw begitu suka film anti-komitmen, yah karena gw sendiri menganut anti-komitmen.

Buat yang bingung nanti baca tulisan gw, silahkan baca sinopsinya di 21cineplex. Film ini mengena di gw karena apa? yah karena mirip-mirip hidup gw sendiri, dimana hampir 80% relationship khusus gw diawali dengan sex, baru abis itu gw tau kapan dia ultah, nama panjangnya, tinggal dimana, dll, dkk, dsb.

Sepasang tokoh di film ini yaitu Emma dan Adam juga berkomitmen untuk tidak berkomitmen. Dimana mereka memang mendeklarasikan diri mereka sebagai “Sex friend/f*ck buddy”, sama juga kayak gw(tapi pada jamannya, kalau sekarang mah udah ga*kagak ada stoknya maksudnya*). Karena komitmen mereka sebagai “sex friend” yah total hanya sebagai teman dimana saat butuh sex harus ada. Seru juga sih adegannya dimana si Emma ini berprofesi sebagai seorang dokter lulusan MIT, sedangkan si Adam ini kayak semacam creative director program TV, jadi jauh timpang karena si Emma ini udah cantik, pintar, profesinya juga bagus.

Awal yang menentukan hubungan Adam dan Emma ini hanya sebatas teman sex karena sifat Emma yang sangat mandiri, dia terbiasa hidup sendiri dan buat dia bodoh aja berada di sebuah hubungan spesial yang justru bisa berakhir menyakitkan. Makannya si Emma buat peraturan diantara mereka berdua tidak boleh bertengkar dan memiliki perasaan, bila salah satu udah melibatkan perasaan maka hubungannya pun harus dihentikan. Bahkan Emma pun melarang Adam untuk memeluk.

Karakter Adam diceritakan pria biasa yang menggunakan perasaannya. Dimana saat melihat Emma bersama rekannya jalan bareng timbul rasa cemburu yang ditunjukan dengan meng-sms Emma dan menjelekan pria yang sedang dekat dengannya.

Suatu saat Emma mengalami masa menstruasi, dan Adam pun merawat Emma dari mulai membawa makanan sampai menyuapi, hingga ada satu momen mereka tertidur bersama sambil berpelukan dan bangun mereka berdua menyadari tidur bersama dengan pakaian lengkap. Hal itu membuat Emma merasa aneh dan kembali membuat peraturan untuk Adam harus bercinta dengan wanita lain baru bisa kembali menjadi sex friendnya Emma. Dalam hati Adam tidak menerima hal tersebut, tapi mungkin karena gengsi akhirnya mengiyakan peraturan tersebut.

Sepanjang film ada dua konflik utama yang terjadi di diri Adam. Yang pertama adalah soal ayahnya yang ternyata mengencani bekas pacar yang sulit dilupakan Adam. Yang kedua mengenai bagaimana mendapatkan hati Emma, dari yang sekedar sex friend menjadi hubungan yang lebih khusus. Setiap usaha Adam untuk menunjukan layaknya orang berpacaran justru menimbulkan konflik karena Emma merasa semua yang diperbuat Adam merupakan fake alias palsu.

Paling dalam ketika Adam membantu membawakan barang ke mobil pria yang dekat dengan Emma. Tiba-tiba pria itu bilang: “I know you f*ck with Emma, and im ok with it. But, do you ever thing someday Emma will stop and come to me? Because Im the real man, with real job, and she need someone mature who can take care of her. And im hers future husband. Not you, someone who she call when she just need sex“(kurang lebih gitu lah,gw juga ga apal conversationnya)

wah gila itu dalem banget dan buat gw mikir, emang fair aja pada akhirnya cewe bakal milih nikah dengan orang yang punya masa depan cerah sebagai suami ketimbang pria yang hanya sebatas dia suka. Untungnya situasi ini ga pernah kejadian sama gw. Kenapa? nanti diakhir tulisan gw kasih tau.

Serulah filmnya karena memang banyak adegan yang unpredictable. Buat gw ngaca juga sih gimana perasaan wanita-wanita(biar kesannya banyak haha), disaat okelah gw bisa jadi orang yang flat tanpa emosi+perasaan dan profesional aja sebagai f*ck buddy, lo butuh, gw butuh, kita jalan. Tapi jangan pernah ada harapan kedepannya gimana, apalagi ampe punya perasaan. Dan gw mah gampang aja, sedikit gw liat udah mulai timbul perasaan yah tinggalin. Beres. Jadi di film ini posisi gw seperti Emma. Salah satu alesan gw antikomitmen sama seperti Emma, buat apa punya hubungan kalau akhirnya jadi sakit hati. Jadi keluar sebuah logika dimana: no commitment = no hurt.

Enaknya ga ada komitmen, yah ga perlu repot-repot ngurusin hal ga penting, dengerin cerita yang kita ga butuh, bahkan memaksakan musik, makanan, warna, tempat yang sebenarnya kita ga suka. Ga pusing juga karena ga akan pernah berantem. Mulai timbul argumen = tinggalin :D

Ada 1 scene ketika Adam minta Emma untuk berkencan pas di hari valentine, semuanya sempurna sampai pada akhirnya Emma tersadar bahwa hubungannya sudah saling timbul perasaan. Inilah yang jadi akhir hubungan mereka berdua. Dan saat tersebut Adam cuman bilang: “Ok, maybe you dont need to be in fight, but I need it“, kan salah satu aturannya yaitu ga ada berantem, tapi si Adam bilang gitu karena pengen nunjukin perasaan ke Emma bahwa Adam bener-bener pengen punya hubungan yang khusus dengan Emma, dimana salah satu ciri hubungan khusus yaitu berantem merupakan jadi hal yang wajar.

Setelah kejadian tersebut, mereka berdua tidak pernah pernah berhubungan. Di sisi Adam mulai mau ga mau menerima keadaan tersebut dan mencoba memulai hubungan baru dengan wanita lain, bahkan saat Emma menelepon Adam dan mengungkapkan rasa kangen, Adam hanya menanggapai dengan datar lalu menutup telepon. Di sisi Emma setelah kejadian kencan dan berbulan-bulan tidak berhubungan membuat Emma merasa depresi karena tersadar bahwa dia sendiri memiliki perasaan ke Adam, namun sepertinya sudah telat karena memergoki Adam dengan wanita lain disaat Emma malam hari pergi dari pernikahan adiknya yang diluar kota ke rumah Adam hanya untuk mengatakan perasaannya. Kelanjutan ceritanya yah tonton sendiri lah :D buat cewe-cewe yang ngefans sama Aston Kutcher, tuh bisa lihat Aston Kutcher 99% bugil dari ujung kaki ampe rambut(tenang kok saya bukan maho,bisa di tes :P ).

Melihat film ini menimbulkan pertanyaan standar, seperti:

Apakah sex justru bisa menggiring orang kedalam sebuah hubungan?

ato justru, hubungan itu akan makin berjalan baik bila dibumbui dengan sex?

silahkan para senior-senior kehidupan(yang lebih tua dari saya) menjawab pertanyaan tersebut, untuk definisi hubungan yah silahkan beri arti masing-masing. Kalau definisi sex mah ga usah pake definisi masing-masing udah sama persepsinya hehe

Nah tadi kenapa diatas saya bilang tidak pernah menghadapi situasi seperti diatas, karena saya profesional #halah.. Berikut nih tips untuk yang menjalani Sex Friend/F*ck Buddy yang nyaman:

  1. Bicarakan semuanya dari awal. Ini jelas karena biar semuanya jelas(ribet amat kayaknya ini kalimat). Iyah bilang aja dari awal maksud dan tujuannya apa. Bila kedua belah pihak ok maka lanjutkan. Buat juga peraturan dari awal seperti waktu, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak.
  2. Jangan pernah berharap, serta mengerti dan terima resiko. Maksudnya disini adalah karena sex friend sebenarnya ada etika/peraturan yang tidak tertulis yaitu siapa aja bebas dengan siapa. Karena tanpa komitmen jadi tidak bisa merasa saling memiliki. Kebebasan sangat(kelewat) dijunjung tinggi. Pastinya jangan pernah berharap apalagi sampai timbul perasaan.
  3. JANGAN PERNAH MAIN API, punya sex friend yang in relationship dengan orang lain. Sehebat dan seaman apapun pasangan sex friend Anda, jangan pernah mau apalagi mencoba sex friend dengan orang yang sudah punya hubungan utama. Selain karena pasti akan menimbulkan masalah kedepan, mana masalahnya kita jadi orang ketiga. Kitanya akan makin terpojok karena sudah pasti sex friend kita mengutamakan kebutuhan hubungan utama yang dia miliki.
  4. Hindari komitmen dengan orang lain saat kita sedang memiliki sex friend. Karena udah pasti akan menyakiti sex friend tersebut dan lama-lama ikut menyakiti pasangan yang berkomitmen dengan kita. Jadi kalau uncommitment dengan semuanya, enak buat alesan kalau ninggalin sex friend. Mentok-mentok kalau sex friendnya ga terima tinggal bilang:“lah kan lo udah tau komitmen dari awalnya kayak gimana?” :))

Nah kalau kita yang punya hubungan utama tapi mau punya sex friend?

Jawaban gw: yah itu urusan lo lah, lo yang nanggung juga kan.

Sekian dulu lah dari nubie yang mulai retired dari hal seperti ini. Dan yasudahlah mungkin yang baca tulisan dan baru/belum kenal saya makin kuat personal branding saya sebagai seorang bajingan. Buat yang udah kenal gw mah paling senyum, buat yang korban gw(yakin pasti ada yang baca) paling gw makin dimaki-maki. Yaudahlah kan dah lewat, lagi kan udah pada punya pasangan juga :P

Semoga review dan tips saya bermanfaat(untuk merusak moral) :D

———————————————————————————–

also read my thought about commitment in

When the right time for long term commitment? When you ready or wait till perfect one?


TAGS


Comment
  • Reminder 6 years ago

    “Bila Izrail datang memanggil
    jasad terbujur dipembaringan
    seluruh tubuh akan menggigil
    Sekujur Badan nan kedinginan”

    Tiadalagi gunanya harta
    kawan karib sanak saudara
    Jikalah ada amal didunia
    itulah hanya pembela kita”

    sepenggal lagu berjudul selimut putih
    sbg pengingat kita, mengingat kematian,adalah guru terbaik dari semua guru kebajikan,guru dari semua filosofi,pandangan hidup,gaya hidup,prinsip hidup ,

    kalo kematian sudah didepan mata,mau minta tolong sama siapa lg, kepd Tuhan tentu, maka mumpung msh ada nafas dibadan, luruskanlah pandangan hidup kita,jangan lepaskan nilai2 kultur keagamaan kita

  • erryandriyati 6 years ago

    O yaaaa…
    pengen banget nonton film iniiiiii…

    *lagi nunggu bajakannya ajah…hihihi*

    Serius loe si Ashton bugil disonoh????
    *penasaran…penasaran…hihihi…*

  • erryandriyati 6 years ago

    duh..duh…
    mari kita kesampingkan dulu masalah kultur dan agama deh yaaa…
    walopun *mengingat reputasi gue sebagai emak emak* gue gak bisa juga completely agree dengan postingan lo ituh…but who am I to judge you…ya kan??? so there will be no judgment from me :)

    Kalo menurut gue sih…
    lo belum kena batunya aja kali…hihihi…
    Lo belum menemukan seseorang yang mampu membuat lo terhenyak dan membuat dunia lo terguncang, dan akhirnya membuat lo mati kutu diam tak berkutik…hihihi…

    Gue doain segera ketemu deh yaaaa…
    jangan lupa di posting kalo udah dapet okeh!!!!

  • julie 6 years ago

    hmmm hikmah yang lo tulis itu membuat gw berpikir keras man

  • vany 6 years ago

    wah, menarik reviewnya…
    dr kmrn pgn ntn film ini, tp blm ada wkt…
    kyknya hrs cpt2 ntn nih… :D

    Cinta selalu diiringi nafsu. Nafsu blm tentu diiringi cinta yg jauh lbh jujur, efisien dan tdk bnyk kebohongan di dlmnya….
    mungkin ini alasan knp org memiliki sex friend dan takut berkomitmen ya…
    termasuk saia siyh…
    saia tkut berkomitmen, tp tdk menganut prinsip sex friend td….hehehe

    btw, jd kamu pilih pcrn seumur hudup drpd menikah ya?
    what could be more man than a married one?
    stability, sustainability, comfort…
    don’t u wanna feel that? ;)

-

Author

Follow Me