Case Iklan Deodorant [haruskah pria itu rapih?]

21 Sep 2011


beberapa hari ini muncul iklan sebuah deodorant di televisi, yang membuat saya menggelitik adalah lagi-lagi iklan tersebut mencirikan pria itu harus rapih, bule, berbadan tegap dan romantis. Padahal bulan kemaren saya dan pak bos pernah bahas soal iklan deodorant antara merk 3 huruf dan pesaingnya yang ada di Indonesia. Deodorant 3 huruf selalu mencirikan pria itu urakan dan cuek, lalu pesaingnya mengiklankan deodorant dengan pria yang rapih, sopan dan romantis.

Dengan penelitian ala kadarnya yang saya buat, yaitu melihat deodorant yang digunakan oleh teman-teman saya, ternyata deodorant merk 3 huruf jauh lebih banyak digunakan ketimbang merk berinisial “C”, ketika saya tanya mengapa, pengguna deodorant 3 huruf mayoritas menyukai wanginya dan juga merasa lebih PD. Sedangkan teman saya yang menggunakan deodorant huruf “C” membeli karena harganya relatif murah dan yang penting tidak bau. Sebuah alasan timpang yang muncul dari 2 produk deodorant.

Kalau pendapat super duper pribadi saya yang menggunakan deodorant merk 3 huruf, jelas karena efek iklan juga yang membuat saya saat menggunakan deodorant tersebut dapat menarik lawan jenis secara jamak dan tetap menjadi diri saya.

Kita ketahui sendiri bahwa jaman sudah berubah sangat pesat, termasuk dalam hal anggapan mengenai gender. Bila dulu generasi papah saya, pria itu harus rapih dengan pendidikan yang baik, dan pekerjaan kantoran. Ternyata makin kesini makin berubah, dimana pria itu lebih utamakan sikap ketimbang penampilan atau hal romantis, dan pekerjaan dengan penampilan rapih(kantoran) ternyata tidak berbanding lurus dengan penampilan(makin rapih,penghasilan makin gede), banyak orang sadar bahwa pemilik bisnis(yang notabene secara status sosial ekonomi diatas) adalah orang-orang yang sekehendak mereka mengenai penampilan. Pria makin rapih malah dikira salesman door to door. Intinya semakin jaman sekarang wanita yang pertama dilihat dari pria adlah rasa percaya diri(nampaknya wanita sekarang jg lebih superior ketimbang pria).(untuk paragraf ini hasil dari perbincangan saya dengan teman-teman wanita.nanti dikiranya saya abnormal, tau banget soal cowo).

Balik lagi ke soal pencitraan iklan dari 2 deodorant yang ada di Indonesia. Sungguh lucu buat saya bila jaman sekarang masih ada iklan mengenai produk pria namun mencirikan pria itu yang rapih,bersih,romantis. Karena jaman sekarang juga pria-pria necis justru cenderung memiliki penyimpangan seksual. Okelah mungkin deodorant tersebut mau membidik segmen khusus(niche), namun balik lagi segmen yang seperti apa? kebanyakan niche product tidak mengiklan karena sifatnya yang terbatas. Lalu katakan deodorant tersebut mau membidik segmen mature, namun balik-balik lagi pria dewasa seperti apa yang mau dianggap tua?

untuk pewangi badan, secara umum ada 2 jenis, yaitu deodorant dan parfum. kalau saya sendiri jarang menemui orang yang pake sekaligus deodorant dan parfum. untuk parfum, yang saya perhatikan karena segmennya khusus, biasanya beriklan dimajalah-majalah yang segmen khusus juga.

mengapa tadi saya bilang produk pria harus menampilkan sosok pria yang aktif dan apa adanya karena lihat iklan televisi dari mulai produk sabun muka sampai penghilang jerawat bukan membentuk bahwa pria itu harusnya rapih,tidak kepanasan dan romantis bahkan di bentuk sebaliknya yaitu aktif diluar ruangan,keras,berdebu dan untuk itu butuh produk pembersih wajah. Jadi bukan di generate pria harus ganteng tapi ke pria jangan khawatir tentang aktifitas namun tetap bersih. hanya sampai poin bersih.

Dari kedua iklan deodorant spray yang ada di televisi nasional seakan menawarkan kita pilihan: Jadi pria masa kini(seutuhnya) atau pria masa lalau?


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me