Matikan hp tanggal 15 Oktober,(matiin seumur hidup juga gpp)

14 Oct 2011

kemarenan waktu ngaskus liat ada posting mengenai ajakan mematikan HP tgl 15 Okteober 2011 selama 2 jam, sebagai bentuk protes konsumen terhadap maraknya pencurian pulsa yang dilakukan oleh konten provider. Jadi kangen jg ngeblog disela-sela saya menulis buku(buku apa? rahasia donk ah!yey mau tau aja deyh…) yang bakal di launching saat Ngumbar(Ngumpul Bareng) Onliners bulan depan(Nov) di kota Bandung, itu pun bila tidak ada aral melintang, gajah terlentang atau penjaja kutang .

Okeh kembali ke soal pencurian pulsa yang marak terjadi oleh konten provider dari mulai ring tones yang tidak di inginkan sampai kiriman lelucon sms yang sangat garing yang menyedot pulsa Anda tanpa bisa diberhentikan, bahkan ketika Anda ganti kartu dengan provider yang sama, alih-alih bonus konten saat pembelian kartu perdana yang Anda harus menyetop konten agar tidak diperpanjang, dimana secara logika dan etika harusnya konfirmasi mau diperpanjang terlebih dahulu baru dipotong pulsa, tapi sebagian besar provider hari ini yang digunakan logika mencari untung*jeng…jeng..jeng..*(pake backsound biar dramatis)… bahkan untuk berenti berlanganan harus mengirim balik SMS dengan tarif SMS premium, yang sering kali hanya dibalas:“maaf sistem sedang sibuk,silahkan coba lagi“, dimana arti kata “coba lagi” sama dengan silahkan buang pulsa Anda untuk SMS kembali.

Pengalaman saya sendiri terhadap pencurian pulsa atau yang istilah halusnya konten yang tidak diinginkan, alhamdulillah belum pernah terjadi selama ini(terus ngapain buat tulisan ini?). Karena saya punya trik ampuh dari dulu untuk menghindari pulsa berkurang, yaitu dengan selalu membiarkan saldo pulsa saya di keadaan paling minim, kalau bisa 0 rupiah. Saya sendiri selama ini ga repot tidak punya pulsa, ga repot nolak yang mau pinjem HP, ga repot ngecek pulsa, bahkan tidak repot nanya no. tlp orang lain, ga repot ke counter pulsa juga tentunya, bahkan sering dapet pulsa gratisan dari games pas acara yang menunjukan pulsa paling minim dapet voucher. Prinsip yang ditekankan dari tips ini adalah siapa yang butuh, situ yang menghubungi. Bahkan saat pacaran pun sayaberkomunikasi di atas jam 12 malem, bukan karena supaya lebih konsen dalam berpacaran tapi karena bonus gratisan telepon sesama operator.

Baiklah sekarang kita masuk ke pembahasan judul, mengapa dengan kita mematikan handphone pun tidak masalah. Hari rabu kemaren saya bertemu dengan asisten manajer telkom area Bandung Timur, yang tidak usah saya sebutkan namanya, karena percuma juga disebutin pada ga kenal kan? Pertemuan kami di Cafe Canary Bakery Braga(yang sesungguhnya adalah modus saya nyari makan siang gratis) agendanya adalah sosialisasi pengembangan area hotspot Telkom Speedy di Bandung. Kemudian pembicaraan berlanjut ke gaya hidup digital hari ini. Beliau di antara jajaran manajer Telkom cukup update terhadap teknologi dan gadget. Hari itu saya diperlihatkan tablet PC miliknya dengan berbagai fitur yang sangat seru dan unyu, dari mulai musik sampai video, beliau juga menunjukkan dimana keberadaan anggota keluarganya lewat Google Lantitude.

Saya sendiri rada-rada ngikutin juga perkembangan Android, dan seri Android yang ada di tablet pc terbaru saat ini adalah Gingerbread, 1-1nya siste operasi Android yang tidak bisa melakukan fungsi telepon pada tablet PC. Jadi modelnya sama dengan iPad yang tidak bisa telepon, padahal salah satunya menggunakan jaringan 3G untuk koneksi dengan internet. Lalu kami berbincang dan membahas bahwa kedepannya orang tidak perlu lagi no. telepon karena segala komunikasi dilakukan lewat jalur data internet, teks, suara bahkan video. Dan bayangkan(ga usah sambil merem) berapa banyak orang yang berganti nomor telepon daripada berganti akun Facebook, Twitter, Gtalk,YM? No. HP dan HP nya bisa saja berganti/hilang tapi akun kita yang terhubung dengan internet tetap ada dan sama.

Dibahas pula mengapa di Indonesia penggunaan voice(telepon) masih tinggi, bisa jadi karena jaringan internet kita masih kurang stabil sehingga pada keadaan tertentu khususnya yang mendesak seperti janjian, masyarakat di Indonesia tetap memilih menggunakan fungsi telepon. Saya sendiri pengguna perangkat berbasis Blackberry, dimana fungsi Blackberry bisa optimal dengan kita berlangganan Blackberry Internet Services(BIS) yang disediakan oleh operator telepon genggam baik itu GSM maupun CDMA. Tapi yang terjadi saya selalu menggunakan faslitas WiFi bila berada di kantor, cafe atau rumah orang lain(karena rumah saya tidak ada internet) dan mematikan koneksi GSM. Maka dari itulah teman saya banyak yang heran kenapa saya tidak pernah komplain dengan operator GSM mengenai lemot atau delaynya BBM, iyalah saya tidak pernah komplain karena handphone saya lebih sering aktif dengan koneksi internet tetap dari pada bergerak(GSM).

Dahulu sebelum saya menggunakan smartphone, tetap saja handphone saya jarang bunyi. Dan lebih sering laptop saya menyala. Sekarang setelah menggunakan smartphone, panggilan telepon kepada saya lebih jarang lagi, bedanya laptop saya bisa lebih sering istirahat. Untuk komunikasi kepada teman, kolega atau keluarga lebih banyak saya lakukan di pesan instan(YM,BBM,mIRC?) dan tidak ada yang protes juga bila saya tidak memiliki pulsa.

Memang bila kita orang yang aktifitas bergeraknya cukup banyak maka ketergantungan terhadap operator bergerak masih cukup tinggi. Lalu apa solusinya? Gak tau juga sih saya solusinya apa. Tapi kalau dari Telkom sih sudah ada gebrakan yang sedang dilakukan, khususnya di area Bandung. Gebrakannya apa, yah tunggu ajalah(takut ada operator lain baca).

Maka dengan koneksi data yang makin banyak kebutuhannya, operator komunikasi khususnya bergerak lebih siap melihat peluang ini, ketimbang menghamburkan ung untuk biaya promosi lebih baik memperbaiki jaringan. Karena bila seluruh masyarakat pengguna komunikasi telah menggunakan basis data maka antara operator bergerak dan berbasis kabel akan menjadi rancu. Dan selalu yang berbasis kabel memiliki kestabilan jauh lebih tinggi, tinggal pasang banyak hotspot beres(yah ketauan donk kita dari Telkom mau ngapain xD ).

Balik lagi antara telepon dan internet kemudian masalah pulsa. Bila kita menggunakan pulsa telepon untuk internet biasanya sudah dipaketkan untuk perbulannya, misal untuk internet Blackberry maka sudah tetap per bulan di potong sekian. Jadi saya juga heran sih mengapa orang masih menggunakan komunikasi lewat voice(telepon) ketimbang VoIP(telepeon lewat internet). Karena saya orang yang menggunakan komunikasi lewat internet tentunya yang utama bagi saya menanyakan akun konten internet ketimbang nanya no. telepon, kayaknya so old fashion(jadul) aja hareeee geenneeehhhh masih nanya no. tlp…

Untuk Anda apakah berani membuang simcard Anda?(bukan boikot lagi, tapi sama-sama kita bangkrutkan operator telepon bergerak!)


TAGS


-

Author

Follow Me