Review: “Friend With Benefit”(no emotion,no commitment, just sex)

6 May 2012

Film anti-komitmen ke-3 yang gw tonton setelah Up In The Air sama No String Attached(yang pernah gw buat reviewnya + tips untuk yang mau punya sex friend, di blog ini juga). Dan kayaknya gw bakal jadi spesialis review film anti komitmen.

Sebenarnya ini film tahun kemaren (2011) tapi gw baru nonton gara-gara baru punya HDD baru. Seperti cover filmnya di atas yang memerankan film ini yaitu Justin Timberlake dan Mila Kunis. Gw akuin aktingnya Justin Timberlake keren, ga modal tampang doank. Parameter gw sebagai review film amatir gimana tokoh dalam film tersebut seakan-akan nyata dan beda banget dengan karakter asli si pemeran.

Untuk sinopsisnya sendiri Dylan(Justin Timberlake) merupakan seorang art director dari Los Angeles, kemudian pindah bekerja ke perusahaan media besar di New York karena ditarik oleh seorang head hunter(agen pekerja khusus level top manegement) bernama Jammie(Mila Kunis). Karena Dylan baru pertama kali ke New York akhirnya hari-hari awal Dylan selalu bersama Jammie. Dari mulai makan siang sampai dengan berkeliling kota di malam hari, hanya Jammie satu-satunya orang yang Dylan kenal di New York.

Pada intro film ini ada 2 buah cerita side-to-side dimana Dylan dan Jammie dengan pacarnya masing-masing. Janjian kesebuah acara, pasangannya sama-sama telat akhirnya mereka putus saat itu juga(Bingung ga? nonton biar ga bingung :P ). Karena putus dengan pacar maka itulah salah satu alasan Dylan untuk menerima tawaran kerja di New York.

Dylan mulai menikmati indahnya kota New York, walau pada awalnya dia banyak mengeluh karena berbeda dengan kota asalnya di Los Angeles, namun berkat Jammie yang selalu menemani, Dylan pun merasa nyaman. Hingga pada saat mereka berdua sedang menonton film, tiba-tiba Jammie membuka pembahsan mengenai sex karena mereka berdua sama-sama tidak memiliki pasangan selama beberapa bulan. Bagi Jammie sex seperti membunyikan tulang leher di saat sedang pegal, maksudnya adalah sex merupakan hal yang menyenangkan saat jarang dilakukan. Sedangkan bagi Dylan sex seperti bermain tenis, dimana dibutuhkan pasangan, setelah selesai lalu berjabat tangan. Selesai membahas, seketika Dylan mempunyai ide untuk melakukan sex bersama Jammie, lalu mereka membuat kesepakatan bahwa mereka hanya akan tetap berteman, tanpa hubungan emosional dan tanpa komitmen.

Film ini banyak adegan bercinta antara Dylan dan Jammie(yang tertarik liat Justin dan Mila Kunis naked, silahkan download yang bajakan, karena kalau ori pasti udah kena sensor), mereka menikmati hubungan mereka dengan banyak melakukan aktifitas sex secara spontan, sampai pada tiba-tiba ibunya Jammie datang ke rumah Jammie untuk menumpang tinggal dan ibunya menyangka Dylan adalah pacar anaknya, namun mereka berdua menjelaskan bahwa hubungan keduanya hanyalah teman. Meskipun bisa masuk kategori soft-core porn movie, tapi buat gw biasa aja(apa gara-gara keseringan nonton yang hardcore?).

Sampai pada satu keputusan Jammie untuk memulai hubungan yang sebenarnya dan Dylan pun berpikir hal yang sama, lalu mereka berdua jalan ke taman dan berkenalan dengan orang asing yang sedang ada di taman. Dylan berkenalan dengan perempuan yang ternyata sedang menunggu suaminya sedagkan Jammie bertemu dengan pria sosok idamannya(Prince Charming), pria tersebut adalah dokter spesialis. Maka hubungan Dylan dan Jammie kembali seperti awal, benar-benar berteman dan Dylan selalu di kabari sedang apa dengan pacarnya dengan mengirim photo-photo mereka. Lalu Dylan pun mencoba ikut ajakan teman kantornya untuk hadir ke acara pesta dan Dylan pun mendapatkan wanita untuk berkencan.

Hubungan Jammie dan pacarnya berakhir ketika saat pagi hari Jammie membelikan makanan untuk pacarnya yang sedang menginap di rumahnya, namun dia mendapati pacarnya tersebut sudah meninggalkan rumahnya. Hal tersebut sangat dibenci Jammie karena dia trauma dengan hubungan sebelumnya dimana pacarnya lebih mementingkan karir, begitu juga alasan pacar Jammie saat ketahuan pergi meninggalkan rumah Jammie tanpa pamit, pacarnya beralasan ada panggilan dari rumah sakit tempatnya bekerja, saat itu pula Jammie memutuskan hubungan dengan pacarnya karena emosi.

Mendengar yang dialami Jammie, Dylan berinisiatif mengajak Jammie untuk mengunjungi keluarganya di Los Angeles. Jammie menolak, namun karena Dylan telah membelikan tiket untuknya dan dengan sangat meminta Jammie untuk menemani karena capek ketika ditanya keluarganya mengenai pasangan Dylan. Sampai di rumah orang tua Dylan, Jammie pun berbaur dengan papah dan kakak Dylan beserta keponakannya. Saat malam hari Jammie mengobrol dengan kakak Dylan mengenai masa kecil Dylan, Dylan menghampiri mereka dan melihat Jammie membunyikan tulang lehernya.

Melihat Jammie membunyikan leher lalu Dylan menyusup ke kamar Jammie, dan ternyata Dylan salah mengartikan bahwa Jammie menginginkan sex, padahal Jammie benar-benar hanya membunyikan tulang leher secara spontan. Akhirnya Dylan memutuskan untuk meninggalkan kamar Jammie dan membiarkannya istirahat. Namun Jammie meminta Dylan menemaninya di kamar sebagai teman yang baik, namun akhirnya mereka berdua berhubungan sex.

Saat makan malam dengan keluarga Dylan, papah Dylan meminta anaknya untuk membelikan Jammie sebuah cincin. Dylan bingung dengan permintaan papahnya tersebut begitu juga Jammie. Keesokan harinya Dylan berbicara berdua dengan kakaknya di suatu ruangan, kakaknya meminta Dylan untuk melamar Jammie karena kakaknya melihat Dylan dan Jammie sangat serasi di tambah papah dan keponakan Dylan yang sangat menyukai Jammie. Namun Dylan menolak permintaan kakaknya karena bagi Dylan, Jammie itu seperti sebuah bom yang sangat berbahaya untuk di dekati. Mereka berdua tidak menyadari bahwa dalam ruangan tersebut sedang ada Jammie yang mendengarkan pembicaraan dengan jelas. Malam itu juga Jammie memutuskan kembali ke New York dengan alasan pekerjaan dadakan.

Ending akhirnya mungkin mudah sekali di tebak seperti film-film FTV, cuman bagi gw ini film dengan ending paling keren dimana biasanya perkataan klimaks di ucapkan dengan lantang dengan suasana romantis dan mengejutkan namun disini mereka berdua justru saling teriak-teriakan tapi menjadi hal paling romantis. Endingnya ketebak tapi caranya luar biasa.

Bila di ukur secara tingkatan anti komitmen, justru film ini tidak terlalu anti komitmen ketika endingnya mudah ditebak. Up In The Air yang tokohnya diperankan George Clooney tetap film anti komitmen terbaik ditambah ending yang sama sekali tidak happy. Namun tetap membawa pemikiran mengenai cinta yang tumbuh karena diawali dengan sex. Dan memang nyaris bohong ketika perasaan tidak dilibatkan saat ada hubungan yang sangat intens termasuk aktifitas sex(kecuali jenis sex yang selesai lalu bayar bisa ada tumbuh perasaan itu mah kelewat goblok aja, tapi balik lagi perasaan di atur oleh yang maha kuasa).

Gw sendiri bisa masuk kategori orang yang cenderung(ga selalu) sex dahulu baru jadian, karena buat gw berlaku istilah “test drive”. Dan lebih sering melakukan hubungan sex dengan teman(TTM=Teman Tapi Mesum/Fuck Buddy) ketimbang pacar. Jadi justru lebih bahaya bagi nusa dan bangsa ketika orang-orang anti komitmen statusnya single ketimbang double, termasuk untuk wanita yang anti komitmen bisa menjadi tersangka pelaku PHP alias penebar harapan palsu. Setuju atau tidak dengan istilah “Dapatkan hati cewe maka akan mendapatkan segalanya dan menangkan bagian perut(maksudnya masakin :p ) kebawah seorang pria maka wanita akan mendapatkan cinta“, tapi sejauh gw perhatiin sih masih berlaku.

Dalam film ini juga benar-benar menggambarkan bagaimana berteman justru adalah hubungan ternyaman karena dengan leluasa mengungkapkan apa yang ada di perasaan, termasuk hal-hal yang tidak kita suka(no hard feeling). Terkadang kita sering merasa tidak enak hati bila ingin mengungkapkan opini atau perasaan kita pada pasangan(takut tersinggung), hingga akhirnya di pendam dan menumpuk. Adegan yang menarik soal hubungan teman di film ini adalah ketika Dylan dan Jammie sebelum melakukan sex pertama mereka dengan masing-masing memberitahu apa yang mereka suka dan tidak saat melakukan sex. Konflik mereka berdua mulai timbul justru saat masing-masing dari mereka saling tumbuh perasaan sehingga timbul juga pengharapan.(paragraf ini gw buat untuk mendoktrin anti komitmen hehehehe)

Pesan dari film ini sih standar, yang pertama dari papah Dylan: “Klo merasa ada seseorang yang membuat kita nyaman, kejar dan dapatkan“, dan dari mamahnya Jammie: “Prince charming dalam dunia nyata bukanlah orang dengan penampilan sempurna yang datang dengan kereta kuda untuk meminta cinta seorang wanita, tapi orang yang sangat berarti bagi hidup kita”.

Hayo silahkan yang mau ceramah di komentar, seperti postingan gw soal review sebelumnya, menandakan yang ceramah disini ga bisa baca tagline blog ini yang paling atas.


TAGS friend with benefit review film justin tiberlake mila kunis anti komitmen


-

Author

Follow Me