kenapa saya benci kelompok yg mem-ban Lady Gaga(l)

18 May 2012

Berapa hari ini yang jadi headline di MetroTV adalah soal Lady Gaga(l) *dengan tanda kurung* dan pas saya buka blogdetik juga udah ada 2 bloggerdetik yang membahas soal Lady Gaga, yaitu blognya Tayuza dan SintaSutanti.

Lagu Lady Gaga yang saya tau cuman Poker Face, karena playlist lagu saya lebih banyak musik punk ketimbang pop. Cuman apa yang seru dibalik gagalnya konser Lady Gaga seakan menyedot banyak perhatian, selain berita mengenai kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet dan juga mengenai kasus korupsi kader Partai Bemokrat. Saya curiga ini bagian dari konspirasi menutupi kasus korupsi.

Ok, balik lagi soal ke Lady Gaga yang saya lihat komentar atau pendapat orang yang pro dan kontra, berbicara antara moral dan hak asasi, etika beragama sampai dengan pola pikir yang ga ada habisnya. Buat saya sih bingung aja gitu melihat yang demo mengenai penolakan konser, terus yang meliput bukan hanya media dalam negeri tapi juga luar negeri yang akan menyangka bangsa kita khususnya kelompok yang mengklaim agamais bukannya mereka peduli moral tapi lebih keliatan pengangguran yah, seperti tidak ada kesibukan lain di siang hari selain demo yang sangat modal.

Konon konser yang tiketnya sebanyak 44ribu lebih sudah ludes dan akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, membuat saya bingung juga segitu fanatiknya terutama anak muda bangsa ini dengan salah satu bentuk invansi bangsa asing yaitu musik. Setelah beberapa minggu lalu grup asal Korea Selatan mengadakan konser 3 hari berturut-turut, kini ada konser penyanyi solo wanita pun tiketnya langsung terjual habis dari jauh hari sebelum konser dimulai.

Perhatian yang di sedot dari gagalnya konser Lady Gaga bukan hanya saya yang sehari-hari jarang bersosialisasi tapi juga sampai ketingkat wakil menteri bahkan KaPolri. Memang ternyata ada 2 negara Asia yang turut mem-ban kehadiran Lady Gaga yaitu Filipina dan Vietnam, namun celakanya adalah pemberitaan internasional yang muncul mengenai ditolaknya kehadiran Lady Gaga di Indonesia disertai dengan ancaman, sedangkan di dua negara tersebut hanya penolakan tanpa ancaman.

Saya lebih tidak mengerti lagi apakah bangsa kita bangsa kagetan atau emang bisanya reaktif, karena konser Lady Gaga ini bukan bulan lalu direncanakan tapi dari tahun kemaren sudah ada isu mengenai hadirnya Lady Gaga. Kenapa baru sekarang penolakannya?

Saya tidak masalah bila ada suatu konser harus batal selama alasannya serius, bukan karena tampilannya vulgar atau disangkakan bintang pertujukannya adalah seorang pemuja setan. Vulgar itu lebih soal pola pikir kita, orang berbuana tertutup pun tetap akan mengundang nafsu kalau memang otak kita yang vulgar. Balik lagi soal moral, moral itu kan yang akan merefleksikan tindakan kita sendiri. Apakah dengan melarang orang berbuat buruk maka moral kita baik? Atau moral kita yang menentukan ya dari tindakan kita sendiri bukan dari apa yang kita harapkan orang lain akan berbuat? Bicara lebih besar lagi yaitu moral bangsa, emang apa yang udah kita kontribusikan untuk bangsa ini? Lebih baik orang yang beli tiket konser karena mereka berkontribusi membayar pajak pertunjukan, ketimbang mengancam atau menghujat.

Tidak banyak yang saya ketahui tentang Lady Gaga dan tidak tertarik juga untuk tahu lebih banyak dan ini yang membuat saya benci dengan kelompok yang mem-ban Lady Gaga adalah kenapa mereka lebih tau dan peduli soal Lady Gaga ketimbang saya yang justru sangat tidak agamais?


TAGS


-

Author

Follow Me